Pasar Tunggu Susunan Kabinet

jokowi-jkJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sepertinya, perekonomian nasional pasca memasuki era pemerintahan baru menunjukkan tren positif. Bursa perdagangan, misalnya. Assistant Vice President PT Valbury Asia Furutures Ervan Permadi mengakui bahwa respon pasar positif ketika Indonesia memasuki babak baru pemerintahan yang kini dipimpin pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Iya. Respon pasar positif. Naik 60 poin,” ujar Ervan di tempat kerjanya, Jalan Diponegoro, Senin (20/10/2014).

Menurutnya, respon positif pasar itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Akan tetapi, lanjutnya, hal itu pun terjadi di banyak negara regional. Misalnya, sebut Ervan, Asia, seperti Jepang, Hong Kong, dan lain sebagainya.

Tidak hanya pasar yang mengalami respon positif, tuturnya, nilai tukar rupiah pun mengalami penguatan. Saat ini, rupiah berada pada level yang hampir mendekati angka Rp 12.000 per Dollar Amerika Serikat. Ini menunjukkan, jelas Ervan, kondisi perekonomian berpotensi lebih baik daripada sebelumnya.

Apalagi, sambung Ervan, rivalisasi politik antara pasangan Jokowi-JK dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang usai dan kini memasuki era rekonsiliasi. Kondisi itu semakin menguatkan sentimen pasar bahwa ekonomi, khususnya, Indonesia, dapat bertumbuh positif.

Branch Manager PT Trimegah Securitas Asep Saefuddin sependapat bahwa respon pasar terhadap era pemerintahan baru Indonesia menunjukkan hal yang positif. Dia mengatakan, perkembangan pasar baru terlihat pasca pembentukan kabinet. “Artinya, para pelaku pasar, termasuk dunia usaha dan industri menunggu hasil pembentukan dan pengumuman kabinet,” tuturnya.

Harapannya, kata Asep, Presiden RI ke-7 tersebut memilih menteri-menteri yang kredibel dalam bidangnya. “Jika itu terjadi, perkiraannya roda perekonomian kembali bergairah,” tukasnya. (ADR)

Related posts