NPCI Jabar Sayangkan Tudingan Provokatif

JABARTODAY.COM – BANDUNG National Paralympic Commitee Indonesia Jawa Barat menyayangkan tudingan provokatif yang dilontarkan sejumlah mantan pengurus yang menamakan diri Kelompok Penyelamat NPCI Jabar. Alih-alih menyelamatkan, mereka justru menyebar fitnah yang bisa diadukan secara hukum.

Ketua NPCI Jabar Ukun Rukaendi mengatakan, perihal kewajiban kontribusi di lingkungan NPCI merupakan hal yang sudah dipahami atlet dan pelatih di tingkat daerah hingga level nasional. “Semuanya sudah tahu soal kewajiban dan dasar hukumnya. Bohong kalau ada atlet dan pelatih yang mengaku tidak tahu adanya aturan tersebut,” kata Ukun, di Sekretariat NPCI Jabar, Senin (20/2).

Ukun menyatakan, kewajiban tersebut berlaku sejak lama di NPCI. Bahkan, Ukun sendiri paham dan tak pernah lepas dari kewajiban tersebut. Ukun sendiri merupakan atlet bulu tangkis paralimpik andalan Jabar yang sudah menorehkan prestasi cemerlang sampai tingkat internasional.

Oleh karena itu, Ukun sudah seringkali menunaikan kontribusi organisasi kepada NPCI dari bonus yang dirinya dapatkan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jabar, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Seperti atlet lain, Ukun pun mendapat bonus dari Pemprov Jabar berkat 3 medali emas yang dia sumbangkan bagi kontingen Peparnas XV Jabar. “Saya pun menunaikan kewajiban kontribusi kepada organisasi NPC, baik di kabupaten maupun di provinsi, sekalipun saya Ketua NPCI Jabar,” tegasnya.

Dalam kondisi seperti itu, Ukun sebenarnya tidak khawatir dengan tudingan miring dari pihak manapun. Soalnya apa yang dilakukan pengurus NPCI provinsi dan kabupaten/kota di Jabar saat ini, merupakan penerapan aturan yang justru akan salah jika tidak dilaksanakan.

Ukun menilai, tindakan mantan pengurus yang melontarkan tudingan tersebut sudah sangat keterlaluan. Pasalnya, bukan kali ini saja mereka melakukan hal-hal yang mencemarkan nama baik organisasi, dan jika terus mengulangi hal serupa, bukan tidak mungkin pihaknya bakal melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwajib.

Seperti diketahui, Kelompok Penyelamat NPCI Jabar yang menuding kewajiban kontribusi atlet sebagai potongan ilegal merupakan sejumlah mantan pengurus yang diberhentikan akibat sederetan tindakan yang melanggar aturan organisasi NPCI. Namun selama ini mereka masih terus coba dirangkul kembali oleh jajaran pengurus NPC Jabar dengan harapan mereka tidak mengulangi pelanggaran yang sama. (vil)

Related posts