LPS Verifikasi BPRS Shadiq Amanah

jabartoday.com/web
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — berdasarkan Surat Keputusan KEP-34/D.03/2016 tanggal 1 September 2016. Isinya, sejak 1 September 2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional PT Bank Perbiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Shadiq Amanah. Kendati demikian, masyarakat, khususnya, nasabah lembaga yang dulunya adalah BPRS Cipaganti itu, sebaiknya, tetap tenang.

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, menegaskan, berkenaan dengan pembekuan tersebut, secara otomatis, jajarannya langsung menjalankan fungsi penjaminan dan proses likuidasi sesuai UU 24/2004 sebagaimana telah diubah oleh UU 7/2009.

Fauzi menegaaskan, sejak 1 September 2016, ujarnya, pihaknya, yang secara nasional mambayar klaim nasabah senilai Rp 1,33 triliun, punya waktu 90 hari kerja untuk melaksanakan tugas dan fumgsinya. Pihaknya, tegas Fauzi,  segera melakukan rekonsiliasi dan verifikasi PT BPRS Shadiq Amanah.  “Baik soal data simpanan maupun informasi lainnya. Itu untuk menetapkan mana simpanan yang layak dibayar, dan mana tidak layak dibayar,” tandas  Fauzi,  Kamis (1/9).

Fauzi mengimbau seluruh nasabah BPRS Shadiq Amanah supaya tetap tenang. Hal itu,  terangnya dapat membantu pihaknya menjalankan peran dan fungsinya. “Kami siap membayar klaim.  Tapi, ada syaratnya, yakni tercatat dalam pembukuan bank, tidak melebihi LPS rate, dan tidak menjadi penyebab bank gagal. Kalau terpenuhi,  dana nasabah kami  bayarkan,” tegasnya. (ADR)

Related posts