
Oleh: Abu Jundy *
*penulis adalah pengamat Sosial Politik dan isu Strategis
KHUTBAH PERTAMA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah kita kepada Allah, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan sesama manusia.
Orang yang bertakwa bukan hanya rajin shalat, tetapi juga menjaga lisan, menjaga akhlak, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim”.(QS. Ali ‘Imran: 102).
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.
Islam membangun, bukan menghancurkan. Kita hidup pada masa ketika dunia berkembang sangat cepat. Informasi bergerak tanpa mengenal batas. Perbedaan pendapat mudah tersebar. Di satu sisi, kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan.
Namun di sisi lain, ia juga dapat menjadi jalan bagi lahirnya prasangka, fitnah, ujaran kebencian, dan permusuhan apabila tidak disikapi dengan ilmu dan kebijaksanaan. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh larut dalam arus kebencian. Islam datang bukan untuk membangun tembok permusuhan, melainkan untuk membuka pintu rahmat bagi seluruh alam. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107).
Ayat ini mengajarkan bahwa keberadaan seorang Muslim hendaknya membawa manfaat. Di mana pun ia berada, ia menjadi sumber ketenangan, kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Islam mengajarkan kita untuk tegas terhadap kezaliman, tetapi tetap adil dalam menilai, serta tidak membiarkan kebencian menghilangkan kemuliaan akhlak.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,
Persaudaraan adalah kekuatan umat
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).
Persaudaraan bukan sekadar slogan. Persaudaraan adalah amanah. Ia diwujudkan melalui sikap saling menghormati, saling menolong, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menjaga kehormatan sesama. Umat yang sibuk saling bermusuhan akan kehilangan banyak energi untuk membangun ilmu, ekonomi, pendidikan, dan peradaban.
Sebaliknya, umat yang bersatu akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Karena itu, marilah kita memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh persaudaraan sebangsa, serta menjadikan perbedaan sebagai jalan untuk saling mengenal, bukan saling merendahkan.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,
Menjaga lisan dan tangan di era digital. Pada zaman ini, lisan tidak hanya berupa ucapan. Apa yang kita tulis, bagikan, dan komentari di ruang digital juga merupakan bagian dari amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim).
Betapa banyak perselisihan bermula dari satu kalimat yang ditulis tanpa berpikir. Betapa banyak hubungan persaudaraan rusak karena berita yang tidak diperiksa. Betapa banyak fitnah berkembang karena seseorang tergesa-gesa menyebarkan informasi tanpa tabayyun. Maka marilah kita menjadikan media apa pun yang kita gunakan sebagai sarana menyebarkan ilmu, hikmah, dan nasihat yang baik.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,,
Menjadi umat yang membangun peradaban. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan amal sosial. Kita diperintahkan untuk memakmurkan bumi, menegakkan keadilan, menuntut ilmu, membantu yang lemah, menjaga lingkungan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
Bangsa yang besar dibangun oleh manusia-manusia yang jujur, amanah, berilmu, bekerja keras, dan memiliki akhlak yang mulia. Indonesia adalah amanah yang Allah titipkan kepada kita. Menjaga persatuan, menghormati hukum, memperkuat pendidikan, serta merawat kerukunan adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara sekaligus sebagai hamba Allah.
Marilah kita menjadi generasi yang tidak hanya bangga menjadi Muslim, tetapi juga menunjukkan kemuliaan Islam melalui akhlak, ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita umat yang membawa rahmat, menjaga persaudaraan, menolak kebencian, dan menjadi bagian dari pembangunan peradaban yang berkeadilan dan penuh kasih sayang:
.أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ التَّقْوَى خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,,
Marilah kita menutup khutbah pada hari yang mulia ini dengan memperbarui tekad kita untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa, yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga menjadi pembawa kedamaian di tengah masyarakat. Dunia yang kita saksikan hari ini dipenuhi dengan berbagai ujian.
Ada peperangan, kemiskinan, bencana, ketidakadilan, penyebaran kebencian, serta berbagai tantangan moral yang menguji keteguhan iman. Dalam keadaan seperti ini, umat Islam dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari persoalan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil Pelajaran”.(QS. An-Nahl: 90).
Ayat yang agung ini mengajarkan bahwa kekuatan umat tidak dibangun oleh kebencian, tetapi oleh keadilan. Kemuliaan umat tidak lahir dari permusuhan, tetapi dari akhlak. Peradaban tidak berdiri di atas dendam, tetapi di atas ilmu, amanah, dan kasih sayang.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,,
Menjadi penebar rahmat. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah meninggalkan kepada kita teladan yang sempurna. Beliau menghadapi hinaan dengan kesabaran. Beliau membalas keburukan dengan kebijaksanaan. Beliau mempersaudarakan manusia yang sebelumnya saling bermusuhan. Beliau membangun masyarakat yang menjadikan kejujuran, amanah, dan keadilan sebagai fondasi kehidupan.
Maka marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah kehadiran kita telah membuat keluarga menjadi lebih tenteram? Apakah ucapan kita telah membawa kesejukan? Apakah tulisan kita di media sosial menghadirkan ilmu atau justru memperkeruh suasana? Apakah pekerjaan kita menjadi jalan kemanfaatan bagi masyarakat? Muhasabah seperti inilah yang akan memperbaiki diri kita sebelum kita berharap memperbaiki dunia.
Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan dan Dirahmati Allah SWT!.,,
Menjaga indonesia sebagai Amanah. Allah telah mengaruniakan kepada kita sebuah negeri yang kaya akan nikmat. Keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama adalah kenyataan yang harus dijaga dengan kebijaksanaan. Sebagai umat Islam, kita berkewajiban memperkuat persaudaraan, menghormati hukum yang tidak bertentangan dengan syariat, menjaga ketertiban umum, membantu sesama, dan menghindari segala bentuk tindakan yang merusak persatuan.
Mencintai tanah air diwujudkan dengan amal saleh, kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen untuk menjaga kedamaian. Bangsa yang besar tidak dibangun oleh orang-orang yang saling mencurigai. Bangsa yang besar dibangun oleh manusia-manusia yang saling mempercayai, saling menguatkan, dan bersama-sama mengabdi demi kemaslahatan. Marilah khutbah jum’at Jum’at 17 Juli 2026 ini kita akhiri dengan do’a. Marilah kita menengadahkan tangan dan hati kepada Allah Yang Maha Pengasih.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah seluruh kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat
.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الَّذِينَ يَنْشُرُونَ السَّلَامَ وَالْمَحَبَّةَ وَالرَّحْمَةَ.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, satukanlah hati kami, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh, yang menebarkan kedamaian, kasih sayang, dan Rahmat
.اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَارْزُقْ أَهْلَهَا الْعَدْلَ وَالْأَمْنَ وَالرَّخَاءَ.
Ya Allah, peliharalah negeri Indonesia. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman, tenteram, adil, dan Sejahtera
.اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْحِكْمَةِ وَالصِّدْقِ وَالْأَمَانَةِ، وَاجْعَلْ قَرَارَاتِهِمْ فِيمَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ.
Ya Allah, bimbinglah para pemimpin kami agar selalu menegakkan keadilan, kebijaksanaan, kejujuran, dan amanah. Jadikanlah setiap keputusan mereka membawa kebaikan bagi negeri dan seluruh rakyat
.اللَّهُمَّ احْفَظِ الْعَالَمَ مِنَ الْحُرُوبِ وَالظُّلْمِ وَالْفِتَنِ، وَاجْعَلْ بَيْنَ الشُّعُوبِ تَعَارُفًا وَتَعَاوُنًا وَسَلَامًا.
Ya Allah, lindungilah dunia dari peperangan, kezaliman, dan berbagai fitnah. Tumbuhkanlah di antara bangsa-bangsa sikap saling mengenal, saling bekerja sama, dan hidup dalam kedamaian
.رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, karena Engkaulah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Marilah kita pulang dari masjid ini dengan membawa tekad untuk memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam menebarkan rahmat di mana pun kita berada
.إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Penulis Adalah pengamat Sosial Politik dan isu Strategis
Catatan penulis
Islam tidak diutus untuk memperbanyak musuh, tetapi untuk memperbanyak saudara. Semakin kuat iman seseorang, semakin besar kasih sayangnya kepada sesama, semakin luas manfaatnya bagi masyarakat, dan semakin tinggi tanggung jawabnya menjaga kedamaian bumi yang Allah amanahkan.





