Keterisian RS di Bandung Capai 85 Persen, Ridwan Kamil: Ada Ketidaktaatan

  • Whatsapp
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) meninjau langsung kondisi RSUP Hasan Sadikin Bandung, Sabtu (12/6/2021) malam. Keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bandung alami peningkatan pasca lebaran lalu.

JABARTODAY.COM – BANDUNG Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUP Dr Hasan Sadikin dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung, Sabtu (12/6/2021) malam.

Berdasarkan hasil peninjauan, Ridwan Kamil mengaku tingkat keterisian kedua rumah sakit tersebut mengalami peningkatan pasca libur Idul Fitri, tetapi masih dalam kondisi relatif terkendali.

“Terjadi lonjakan pasca libur lebaran yang masa inkubasinya jatuh di minggu-minggu ini. Ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan pada imbauan (untuk tidak) mudik membawa kemudaratan seperti ini. Jadi intinya ada kenaikan, tapi masih relatif terkendali. Kalau pada saat itu semua taat tidak akan terjadi lonjakan seperti sekarang. Jadi ini tolong diulas di media pentingnya ketaatan itu. Kenapa? karena data pada hari lebarannya itu rendah. Salah satu persentase (kasus) terendah itu justru di hari lebaran. Sekarang ada kenaikan,” katanya.

Emil, sapaan akrabnya, menyebut rata-rata tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar mencapai 68 persen. Sedangkan tingkat keterisian rumah sakit di Kota Bandung sebesar 85 persen.

“BOR (Bed Occupancy Rate) di Kota Bandung sangat tinggi. Karena 50 persen pasien-pasien dari luar Kota Bandung memilih untuk mendapatkan perawatan Covid-19 di Kota Bandung,” bebernya.

Baca Juga

Selain itu, dia mengungkap tingkat keterisian ruang isolasi non-ICU di RSUP Dr Hasan Sadikin berada di angka 64 persen. Sementara keterisian ruang isolasi ICU mencapai 80 persen.

“Jatah bed untuk pasien Covid-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin masih 26 persen. Dan masih bisa ditingkatkan menjadi 40 persen kalau kira-kira ruang isolasi sekarang naik mendekati penuh, maka ada pergeseran sekitar hampir 200 bed akan dikonversi untuk perawatan pasien Covid-19,” tuturnya.

Emil mengklaim, pihaknya telah menyiapkan antisipasi manakala peningkatan kasus virus corona terus terjadi. Selain menambah kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19, pusat-pusat isolasi nonrumah sakit bagi orang tanpa gejala akan ditambah.

“Pemerintah sudah menyiapkan antisipasi. Pertama menaikkan rasio bed untuk Covid-19 menjadi lebih tinggi. Dari rata-rata 20-an persen, ke arah 30-40 persen. Kedua, isolasi-isolasi nonrumah sakit kita siapkan,” cetusnya.

Selain itu, guna mengendalikan peningkatan kasus Covid-19, khususnya di Kota Bandung, pihaknya bakal memersiapkan aturan pengetatan aktivitas masyarakat.

“Nanti sudah saya instruksikan, kebijakan WFH sedang dihitung, kebijakan nikahan sedang dihitung, khususnya Bandung Raya. Termasuk pengetatan-pengetatan yang memang akan jadi pola. Jadi jangan kaget, kalau kasus naik, maka akan diperketat. Mudah-mudahan bisa turun seperti sebelum lebaran,” tegasnya. (*)

Related posts