Sunday , 19 January 2020
Home » Pendidikan » Keluarga, Benteng Terakhir Pendidikan Anak

Keluarga, Benteng Terakhir Pendidikan Anak

JABARTODAY.COM-BANDUNG. Pendidikan anak sebagai amanah Tuhan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab keluarga. Kesalahan besar bila ada keluarga menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau pesantren.

“Orang tua adalah pihak yang dipercaya Tuhan agar membimbing, mengasuh, dan mengarahkan anak agar bisa mengoptimalkan segenap potensi kemanusiaannya,” ujar Nurul Wahidah, konsultan pendidikan anak Yayasan Percikan Iman di hadapan peserta “Workshop Guru Merdeka” di Bandung, Sabtu (15/7/2017)

Nurul mengungkapkan anak adalah penerus peradaban umat manusia. Karena itu, orang tua mesti menyadari posisi strategisnya sebagai arsitek peradaban. Kelangsungan peradaban umat manusia itu berpusat pada keluarga.

“Keluarga harus menjadi agen pewarisan nilai-nilai peradaban, pengetahuan, teknologi dan seni. Anak adalah ahli waris paling otentik dalam melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah dirintis para pendahulunya selama berabad-abad,” tuturnya.

Keluarga, Benteng Terakhir
Di era yang serba digital terutama ditandai dengan penggunaan gawai(gadget) dengan aneka mwdia sosial yang amat masif, keluarga menjadi benteng terakhir bagi pendidikan anak.

“Tehnologi komunikasi memang telah membawa banyak kemaslahatan bagi umat manusia, tapi sisi negatifnya juga bisa menggerus bahkan merontokkan nilai-nilai dan norma-norma sosial dan agama. Pada konteks ini, keluarga menjadi benteng terakhir dalam mempertahankan nilai-nilai luhur keluarga yang terwarisi secara turun-temurun,” imbuh ibu satu putera dan dua puteri ini.

Perkuat Ketahanan Keluarga

Kondisi demoralisasi di kalangan generasi muda, jelas Nurul, disebabkan oleh jebolnya ketahanan keluarga dalam mewaspadai gencarnya infiltrasi ideologi, gaya hidup dan orientasi hidup bangsa asing.

“Jalan keluar paling ampuh adalah memperkuat ketahanan keluarga. Bila ketahanan keluarga kuat, anasir-anasir asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa akan terkoreksi dan terseleksi dengan baik,” ujarnya. (Fahrus Zaman Fadhly)