Jalur KA Trans Sulawesi Butuh Dana Rp 10 Triliun

Kereta ApiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwi Atmoko mengatakan rencana pembangunan jalur kereta api di luar Jawa, yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, mulai bergulir Januari 2015. Tahap pertama, pemerintah akan merilis jalur kereta api di Sulawesi Selatan yang berjarak tempuh 150 kilometer dan menjadi bagian dari Trans Sulawesi. Rutenya, Makassar ke Pare-Pare.

Pelaksanaan pembangunan trans Sulawesi tersebut, diakui Hermanto, memerlukan dana besar. Diungkapkan, proyek pembangunan jalur Sulawesi memerlukan anggaran sekitar Rp 10 triliun. “Pemerintah baru meng-cover sekitar Rp 5 triliun dalam APBN 2015. “Total jalur kereta api pada Trans Sulawesi mencapai 2.300 kilometer. Targetnya, tuntas dalam waktu 3 tahun,” cetus Hermanto pada sela-sela acara HUT PT Kereta Api Indonesia ke-69 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. KAI, belum lama ini.

Jalur Trans Sulawesi, ungkapnya, diprioritaskan bagi angkutan barang. Meski begitu, tambahnya, tidak tertutup kemungkinan, Trans Sulawesi ini pun berfungsi sebagai angkutan komersial. “Tahap pertama angkutan barang. Dalam perkembangannya, dapat bermanfaat untuk jalur angkutan komersial yang melayani masyarakat,” terang Hermanto.

Untuk Kalimantan, Hermanto mengutarakan, pihaknya pun berwacana melakukan hal yang sama seperti Sulawesi. Namun, ucapnya, ada perbedaannya. Jalur Kalimantan, jelasnya, peruntukkannya bagi angkutan barang, diantaranya, batu bara. Pembangunannya, sebut dia, di Kalimantan Tengah dan Timur.

Perbedaan lainnya, imbuh dia, jalur Kalimantan, pembangunannya dilakukan swasta. Kondisi itu, Hermanto menandaskan, dapat meringankan biaya operasional para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang batu bara.  (ADR)

Related posts