Tuesday , 7 April 2020
Home » Ekonomi » Jadi Alternatif Pembiayaan, Jasa Raharja Salurkan PK Rp 14,8 Miliar

Jadi Alternatif Pembiayaan, Jasa Raharja Salurkan PK Rp 14,8 Miliar

Foto: erwin adriansyah
Foto: erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG –Sejak beberapa waktu terakhir, rupiah mengalami depresiasi yang cukup signifikan. Efeknya dirasakan hampir seluruh kalangan, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk mengembangkan bisnisnya, cukup berat mengingat suku bunga kredit perbankan yang tergolong tinggi, kendati Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya, Suku Bunga Bank Indonresia (SBI) sebesar 7,50 persen.

Namun, ada opsi lain bagi kalangan UMKM untuk memperoleh dana kredit. “Setiap BUMN memiliki program pembiayaan atau kredit bagi para pelaku UMKM, khususnya, sektor mikro, yaitu Program Kemitraan (PK). Ini dapat menjadi alternatif pembiayaan,” tandas Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Edy Supriadi, di tempat kerjanya, Jalan Soekarnohatta Bandung, Senin (21/9).

Edy mengemukakan, dalam program ini, berdasarkan regulasi, para pelaku UMKM dapat memperoleh fasilitas kredit hingga Rp 75 juta selama 3 tahun. “Suku bunganya sangat ringan, 6 persen flat per tahun. Selain itu, tanpa agunan,” sambung pria berkaca mata tersebut.

Dikatakan, melalui program tersebut, sejak 2000 hingga Agustus 2015, pihaknya memiliki ratusan mitra binaan. Tepatnya, sebut dia, jumlah mitra binaan mencapai 892 unit. Mereka, jelasnya, bergerak dalam berbagai sektor. Antara lain, perkoperasian, jasa, perdagangan, produk, dan sebagainya.

Selama kurun 2000-Agustus 2015, ungkap Edy, pihaknya menyalurkan dana pembiayaan bernilai cukup besar. Angkanya, sambung Edy, bernilai Rp 14,84 miliar. Tahun ini, tuturnya, pihaknya mengalokasikan dana PK bernilai sekitar Rp 800-850 juta. “Yang tersalurkan selama 2015, yaitu hingga periode Agustus, sekitar Rp 315 juta atau sekitar 37 persen total alokasi,” kata Edy.

Edy melanjutkan, tidak itu saja, pihaknya pun siap memberi proteksi bagi para mitraannya. Itu karena, terangnya, pihaknya menyiapkan program asuransi. “Preminya sangat terjangkau. Para mitra hanya cukup membayar premi satu kali. Nilainya, bergantung besarnya pinjaman. Misalnya, kredit Rp 10 juta, preminya sekitar Rp 156 ribu untuk masa kontrak selama 3 tauhn,” ujarnya.

Menurutnya, program ini memiliki manfaat untuk menggerakkan roda ekonomi, khususnya, para pelaku UMKM. Pasalnya, jelas Edy, selain berupa pinjaman bersuku bunga rendah, pihaknya pun senantiasa memberi pendampingan dan pelatihan bagi para mitra binaannya. Bahkan, ucap dia, pihaknya pun kerap menyertakan mitra-mitra binaannya untuk mengikuti beragam ajang pameran atau expo. (ADR)