Jabar Inginkan Wirausahawan Berpendidikan

foto: WEB
foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Memiliki daya saing pada era pasar bebas yang membuat tingkat persaingan kian ketat menjadi sebuah keniscayaan agar roda ekonomi terus bergulir. Karenanya, Jabar terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing, utamanya, para wirausahawan.

“Hingga kini, kami terus melakukan berbagai upaya melahirkan wirausaha baru. Bukan perkara mudah melakukannya, apalagi melahirkan dan mencetak wirausaha baru berpendidikan,” tandas Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, pada wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Agung Bandung, di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, belum lama ini.

Menurutnya, melalui jenjang pendidikan, seorang enterpreneur memiliki wawasan yang luas. Efek bagi dunia bisnis, lanjut pemeran Naga Bonar tersebut, tentunya positif. Satu di antaranya, jelas dia, dalam hal penerapan skema manajemen dan analisis pasar. Hal itu, sambungnya, membuat bisnis dapat lebih berkembang dan berdaya saing.

Deddy meneruskan, enterpreneur berpendidikan punya lebihan khusus daripada para pelaku usaha yang minim pendidikan. Misalnya, jelas dia, enterpreneur berpendidikan punya wawasan dan pola pikir wirausaha yang lebih fokus, terstruktur, dan terkonsep saat menjalankan roda bisnisnya.

Diutarakan, sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terus berusaha menumbuhkan para pelaku usaha baru. Itu, jelasnya, terangkum dalam Program 100 Ribu Wirausaha Baru. Upaya-upayanya, terang Deddy, melalui berbagai materi pelatihan dan pendampingan oleh 10 dinas dan instansi yang berkaitan dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

Berbicara tentang jumlah wirausaha, Deddy menyatakan, di tatar Pasundan, sejauh ini, terdapat sekitar 9,2 juta pelaku usaha. Sekitar 99 persen di antaranya, berskala UMKM. Tidak hanya melahirkan wirausaha baru, Deddy menegaskan, jajarannya pun terus melakukan langkah-langkah bagi para enterpreneur, utamanya, skala UMKM, dalam hal akses pembiayaan.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jabar, Anton Gustoni, menyatakan, Jabar memperoleh bantuan APBN berupa dana hibah bagi para pelaku UMKM, yaitu bantuan modal awal. Nilainya, ungkap Anton, sebesar Rp 5-7 juta per pelaku UMKM.  (ADR)

Related posts