Wednesday , 3 June 2020
Home » Bandung Raya » Ini Alasan Rapid Test Covid-19 Diadakan di Balai Kota Bandung

Ini Alasan Rapid Test Covid-19 Diadakan di Balai Kota Bandung

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test di Balai Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020). (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wali Kota Bandung Oded M Danial meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 berkonsep drive-thru, di Balai Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, Kota Bandung merupakan salah satu penerima bantuan alat rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 terbanyak di Jabar. Dia mengaku, Jabar membutuhkan 100 hingga 300 ribu tes untuk mengetahui peta persebaran virus korona baru secara lebih akurat. Namun karena jumlah alat terbatas, tes masif ini dilakukan secara bertahap.

“Jadi kita bagikan dulu semampu kita. Sudah ada 60 ribu (alat tes) dibagikan ke seluruh Jawa Barat, salah satu yang terbesar adalah Kota Bandung,” ujar Emil, sapaan akrab Gubernur.

Emil berharap, peta sebaran Covid-19 dari hasil tes masif oleh Pemerintah Provinsi Jabar secara merata di seluruh kabupaten/kota bisa diketahui maksimal dua pekan ke depan agar memaksimalkan pemetaan virus SARS-CoV-2 itu.

“Memang kita setiap hari menghadapi berita buruk, tapi harus dihadapi. Inilah kesiapan Jawa Barat. Semakin banyak tes, semakin kita bisa memetakan (persebaran),” tuturnya.

Selain memantau pelaksanaan rapid test di Balai Kota Bandung, Kang Emil turut memantau aksi serupa di Gedung Sate.

Sementara itu, Oded menerangkan, pihaknya telah menerima 2.800 alat RDT dari Pemprov Jabar. Dari jumlah tersebut, 2.100 alat digunakan untuk rapid test drive-thru, termasuk digunakan untuk memeriksa hingga 300 orang di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate hari ini.

“Alhamdulillah hari ini kita di Kota Bandung tepatnya di Balai Kota dan Gedung Sate sedang melaksanakan rapid test, rencananya hari ini 300 (orang). Jumlah sekarang di termin pertama itu ada 2.800 (alat RDT). 700-nya kita bagikan ke rumah sakit, yang 2.100-nya, insya Allah di sini dan Gedung Sate,” bebernya.

Oded pun menjelaskan, pemilihan Balai Kota dan Gedung Sate sebagai lokasi rapid test secara drive-thru ini mempertimbangkan ruang terbuka, lokasi presentatif, dan yang utama lokasinya jauh dari permukiman warga, sehingga aman untuk menghindari kerumunan massa. (vil)

Baca Juga:  Oded: Shalat Id di Rumah Saja