JABARTODAY.COM – BANDUNG — Momen Idul Fitri memang dapat memunculkan inflasi. Ini terjadi karena pada momen itu terjadi beragam kenaikan kebutuhan. Namun, hal yang mengejutkan, pada momen Idul Fitri tahun ini, ternyata, inflasi di Jabar justru lebih rendah daripada nasional, yaitu 0,47 persen. Sedangkan inflasi nasional 0,69 persen.
“Ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi di Jabar. Salah satu pemicunya, naiknya beberapa kebutuhan pokok jelang Idul Fitri. Arus mudik pun berkontribusi pada inflasi,” tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Bachdi Ruswana, di BPS Jabar, Jalan PHH Mustopha Bandung.
Bachdi meneruskan, beberapa komoditi yang naik dan berandil inflasi signifikan pada momen Idul Fitri antara lain angkutan antar kota, bawang merah, kentang, beras, daging ayam ras, tarif listrik, cabe rawit, daging sapi, dan gula pasir. “Kelompok transportasi pun jadi penyumbang inflasi. Itu karena banyak pemudik dari wilayah Jabar,” terangnya.
Menurutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan Jabar, yang mencakup 7 kota, yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya, menunjukkan kenaikan IHK, yang pada Juni 2016 122,49 menjadi 123,07 pada bulan berikutnya. “Data kami menunjukkan, inflasi Januari-Juni tahun ini 1,69 persen. Sedangkan inflasi Juli 2016 terhadap Juli 2015, inflasi di Jabar 2,89 persen.
Bachdi mengemukakan, inflasi tertinggi pada Juli tahun ini yaitu Kota Sukabumi sebesar 0,93 persen. Kemudian, Kota Bandung 0,71 persen. Selanjutnya, Kota Tasikmalaya 0,50 persen. “Berikutnya Kota Depok 0,48 persen, Kota Bogor 0,32 persen, Kota Bekasi 0,26 persen, dan Kota Cirebon 0,24 persen,” ucapnya. (ADR)




