Home » Politik » Ibu-ibu Peduli Bandung Tolak Kawasan Wisata Halal

Ibu-ibu Peduli Bandung Tolak Kawasan Wisata Halal

JABARTODAY.COM – BANDUNG Belasan ibu-ibu peduli Bandung, Rabu (18/9), mendatangi Gedung DPRD Kota Bandung. Mereka menolak konsep wisata halal di kawasan Gelap Nyawang, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Coblong.

Ibu-ibu yang mengaku pemerhati kebudayaan ini dengan tegas menolak penerapan kawasan wisata halal.

“Tidak perlu label halal dalam konsep kawasan, apalagi pariwisata,” ujar Harastuti, koordinator ibu-ibu peduli Bandung.

Mereka mendesak DPRD Kota Bandung untuk mengambil langkah nyata, salah satunya meminta Pemkot Bandung untuk tidak meneruskan konsep wisata halal di kawasan Gelap Nyawang. Alasannya, mayoritas penduduk Kota Bandung sangat menghormati pruralisme yang tidak menutup kemungkinan bertentangan dengan konsep kawasan wisata halal.

    

“Niat membangun kawasan wisata halal itu sebenarnya sangat sensitif dan bisa memicu konflik di tengah masyarakat Kota Bandung, yang sudah biasa hidup ditengah perbedaan. Kita khawatir ini jadi trigger bagi kota lain,” kata Harastuti.

Dalam audiensi itu, ibu-ibu peduli Bandung diterima perwakilan anggota DPRD dari Fraksi PDIP Folmer Silalahi, anggota F-NasDem Uung Tanuwidjaja, juga anggota Fraksi PSI Christian Julianto Budiman dan Yoel Yosyafat. Mereka diajak berdialog di ruang rapat Badan Anggaran.

Pihak DPRD Kota Bandung menjelaskan konsep kawasan wisata halal yang bakal diterapkan Pemkot Bandung, salah satunya adalah pelabelan pada wisata halal dan produk.

“Pelabelan produk wisata halal itu merupakan ranahnya MUI, karena itu pengembangan pariwisata dalam upaya memenuhi kebutuhan orang tidak perlu dibatasi oleh konsep kawasan,” kata politisi NasDen, Uung Tanuwidjaja.

Dia menjelaskan, berdasarkan referensinya, wisatawan yang datang ke Kota Bandung tidak didominasi komunitas tertentu. Sehingga, penerapan kawasan wisata halal kurang memberi dukungan untuk pengembangan paraiwisata Kota Bandung.

“Saya melihat selama ini wisatawan yang datang ke Bandung, cukup puas meski tanpa embel-embel label halal. Buktinya mereka datang kembali mengunjungi kota Bandung,” pungkas Uung. (edi)