
JABARTODAY.COM – BANDUNG Semua komponen yang terlibat dalam penyaluran dana hibah untuk guru honorer, tidak melaksanakan koordinasi dengan baik. Sehingga, terus muncul masalah yang sebenarnya itu-itu saja. “Tidak ada peralihan untuk perbaikan dalam persoalan guru honorer,” tukas Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha, di sela rapat koordinasi kisruh penghapusan ribuan nama guru honorer dari daftar penerima belanja hibah tahun anggaran 2016, di Ruang Komisi D, Rabu (7/12).
Di tempat sama, Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Yanyan Herdiyan mengungkapkan, pengetahuan guru formal merangkap guru mengaji tentang belanja hibah, masih minim. Sehingga, penghapusan nama dari daftar penerima honor hibah jadi dilema. “Saya memahami betul sebagai bagian dari mekanisme penerimaan hibah, tetapi mereka tidak bisa menerima kejadian yang menimpanya,” ucap Yanyan.
Dia menegaskan, sejauh ini, para guru mengaji tidak mengetahui aliran dana itu sumbernya dari APBD. “Dalam pemahamannya itu dari Kemenag,” tandas Yanyan. (koe)





