Harga Melejit, Bulog Pasok Cabai

foto; erwin adriansyah
foto; erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seperti biasa, menjelang momen dan hari besar, harga berbagai komoditi hampir selalu mengalami kenaikan. Buktinya, harga jual cabai-cabaian, seperti cabai tanjung dan keriting, menjelang Idul Fitri 2015, cukup tinggi. Di Pasar Kosambi, Jalan A Yani Bandung, saat ini Kamis (16/7), harga jual cabai tanjung dan keriting rata-rata mencapai Rp 40-45 ribu per kilogram.

Melihat kondisi itu, tentunya, perlu berbagai upaya untuk menyikapinya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar dan Sub-divre Bandung menggulirkan operasi pasar (OP) cabai. “Ini sebagai tindak lanjut menyikapi cukup mahalnya harga jual cabai,” tandas Kepala Bulog Sub-divre Bandung, Nanar Sunarya, pada sela-sela OP Cabai di Pasar Kosambi, Jalan A Yani Bandung, Kamis (16/7).

Pria asal Garut ini meneruskan, di Kota Bandung, pihaknya menggulirkan OP Cabai di dua titik. Yaitu, sebut dia, Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana. Khusus cabai, ungkapnya, dalam OP tersebut, pihaknya menetapkan harga jual komoditi tersebut senilai Rp 35 ribu per kilogram.

Dalam OP cabai kali ini, kata dia, pihaknya memasok cabai lokal. Volume untuk OP tersebut, lanjutnya, mencapai ratusan kilo. “Masing-masing titik, kami memasok sekitar 500 kilogram cabai. Jadi, untuk dua pasar, kami pasok sekitar 1 ton cabai. Tapi, pada dasarnya, kami siap memasok berapa pun volumenya,” kata pria berpostur tubuh tinggi besar ini.

Selain cabai, ungkap dia, pihaknya pun menggulirkan OP komoditi lainnya. Komoditinya, sahut Nanar, antara lain, beras, gula, bahkan daging. Seperti halnya cabai, jelas Nanar, OP beras, gula, dan daging untuk menyikapi kenaikan harga menjelang Idul FItri 2015. “Jika harga naik, tentunya, memberatkan masyarakat. Karenanya, kami melakukan OP tersebut supaya setidaknya, meringankan beban masyarakat,” tutup Nanar. (ADR)

Related posts