Harga Lahan Mahal, Kawasan Industri Kurang Dilirik

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa dekade, mayoritas industri nasional berlokasi di Jabar
Bahkan, selama beberapa tahun terakhir, Jabar memiliki beberapa kawasan industri. Infornasinya, saat ini, Jabar punya 25 kawasan induatri yang tersebar di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi-Karawang (Jabodebeka), Purwakarta, dan Bandung.

Sayang, sejauh ini, baru sekitar 53 persen kawasan yang termanfaatkan. Padahal, keberadaan kawasan itu daoat memberi efek positif bagi pelaku usaha san industri.

“Memang benar. Ada keuntungan dan efek positif bagi pelaku industri yang berada di sebuah kawasan khusus. Misalnya, ketersediaan fasilitas infrastruktur mulai energi listrik, air, sistem keamanan, akses jalan, dan lain-lain,” tandas Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, Kamis (13/1).

Dedy tidak membantah bahwa hingga kini, pemanfaatam kawasan industri belum optimal. Menurutnya, masih banyak pelaku industri yang enggan berada di sebuah kawasan khusus.

Itu terjadi, terang Dedy, bukan tanpa alasan. Dedy menyatakan, ada hal yang menjadi faktor mengapa banyak pelaku industri yang enggan berada di kawasan khusus. Dia bepandangan, satu di antaranya adalah harga lahan yang lebih mahal daripada luar kawasan.

“Harganya sangat mahal. Di kawasan Jababeka, harganya bisa mencapai Rp 3 juta per meter. Tentunya, pelaku industri mempertimbangkannya karena tidak semua pelaku industri berkemampuan untuk memiliki lahan di kawasan tertentu,” tutup Dedy. (ADR)

Related posts