
JABARTODAY.COM – BANDUNG Menyusul partai-partai pemilik kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung telah membuka pendaftaran dan penjaringan guna mengikuti pilkada serentak pada Juni 2018, partai dengan kekuatan 7 kursi legislatif, Gerakan Indonesia Raya resmi membuka pendaftaran bakal calon wali kota/wakil wali kota Bandung.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Daerah DPC Partai Gerindra Kota Bandung Hasan Faozi, di Gedung Parlemen Kota Bandung, Selasa (30/5), mengatakan, tim penjaringan balon wali kota terdiri dari 8 orang dan segera membuka pendaftaran.
“Pendaftaran balon wali kota dan wakil wali kota Bandung resmi dibuka hari Kamis, tanggal 1 Juni hingga 1 Juli 2017. Kami membuka peluang bagi warga terbaik Kota Bandung untuk mengikuti pesta demokrasi lima tahunan,” kata pria yang akrab disapa Oji ini.
Ditegaskan Oji, Gerindra merupakan partai politik yang terbuka, selain tidak menerapkan mahar, terbuka ruang pula bagi calon non kader untuk diusung partai pimpinan Prabowo Subianto ini.
“Penentu lolos atau tidaknya balon yang diusung nanti, tergantung dari pilihan DPP. Tim penjaringan DPC berkontribusi secara maksimal, mengirimkan seluruh nama pendaftar ke DPD, untuk selanjutnya digodok guna diserahkan ke DPP Gerindra,” tutur Oji.
Nantinya, pada 2 Juli-30 Agustus 2017, pihaknya akan melakukan verifikasi pengembalian berkas bakal calon. Sementara, pada 1-10 September 2017, dilakukan verifikasi faktual dengan mendatangi rumah bakal calon yang telah memenuhi persyaratan. “Dengan telah resmi dibukanya masa pendaftaran, serta komunikasi dengan beberapa balon yang akan mendaftarkan dirinya, saya sangat optimistis Gerindra akan memenangkan Pilwalkot Bandung,” klaim Oji.
Disinggung tentang koalisi, Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bandung ini mengaku, secara pribadi menyambut baik rencana koalisi permanen dengan Partai Keadilan Sejahtera, bahkan mendukung hingga di Pemilu 2019 mendatang. Menurutnya, hal ini juga merupakan suara dari arus bawah yang menginginkan Prabowo sebagai calon presiden.
“Sudah banyak kelompok masyarakat non-partai yang datang dan meminta Pak Prabowo maju sebagai capres pada 2019,” akunya.
Oji menandaskan, bahwa koalisi dengan PKS merupakan langkah positif. Sehingga, pihaknya berharap agar koalisi pada Pilkada DKI 2017 dapat diteruskan di pilkada serentak 2018, yang bermuara di Pemilu 2019.
“PKS saat ini adalah rekan koalisi Gerindra. Saya berharap koalisi ini terus bersama sampai Pemilu 2019,” tutup Oji. (koe)





