Desi Bukan Sindikat, Hanya Seorang Istri

Terdakwa penculik bayi Valencia, Desi Ariyani, mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Terdakwa penculik bayi Valencia, Desi Ariyani, mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sidang penculikan bayi yang melibatkan terdakwa Desi Ariyani, Rabu (24/9/2014), kembali ditunda. Penundaan itu diakibatkan kuasa hukum Desi tidak bisa menghadiri persidangan karena mengikuti aksi damai Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Advokat di Jakarta.

Pada sidang lalu, Rabu (17/9/2014), sidang juga mengalami penundaan. Namun, saat itu jaksa penuntut umum belum siap untuk membacakan tuntutan bagi Desi. Beda dengan hari ini, jaksa sangat siap untuk memberikan tuntutan pada yang bersangkutan. “Kita sudah siap. Kita sangat siap bila majelis hakim meminta untuk membacakan tuntutan hari ini,” tegas Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandung, Irfan Wibowo, di Pengadilan Negeri Bandung.

Irfan memberikan alasan mengapa pihaknya belum membacakan tuntutan pada sidang pekan lalu. Hal itu dikarenakan dalam membuat tuntutan diperlukan banyak pertimbangan, terutama dalam rasa kemanusiaan. “Kalau dilihat secara gamblang ini penculikan bayi, tapi bukan sindikat. Ini seorang istri yang ingin membahagiakan suami, hanya caranya salah,” terang Irfan.

Setelah melalui banyak proses dan pertimbangan, jelas Irfan, pihaknya lalu melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar. Apalagi, sambungnya, perkara yang ditangani ini adalah perkara penting dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Setelah disetujui, dirinya menandaskan, pihaknya siap membacakan tuntutan bagi Desi.

Sebelumnya, Desi terancam hukuman 15 tahun penjara dikarenakan ia dijerat Pasal 83 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang hukumannya cukup berat. Selain itu, dirinya juga dikenakan Pasal 328 dan 330 KUHP tentang Penculikan. Tak hanya itu, denda maksimal Rp 60 juta juga menanti dirinya. (VIL)

Related posts