Home » Ekonomi » Data Pariwisata Jabar Masih Lemah

Data Pariwisata Jabar Masih Lemah

Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari
Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk menunjang kinerja sebuah sektor, pendataan yang punya akurasi tinggi menjadi unsur yang penting. Hal itu pun berlaku dalam dunia kepariwisataan. Sayangnya, di Jabar, sampai sejauh ini, provinsi penyangga Jakarta tersebut belum memiliki sistem pendataan yang kuat.

“Data pariwisata dan kebudayaan masih lemah. Padahal, data yang kuat dapat menunjang pariwisata, yang merupakan salah satu sektor andalan perekonomian Jabar,” tandas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Nunung Sobari, di Lobby Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya, Jalan Bukit Dago Selatan 53 Bandung, Rabu (18/2).

Nunung menegaskan, tatar Pasundan mutlak wajib memiliki data-data kekinian, tidak hanya soal budaya atau yang berkaitan dengannya, tetapi juga kepariwisataan, termasuk jumlah kunjungan pariwisata. Menurutnya, apabila Jabar memiliki data yang kuat, tentunya, hal tersebut dapat menjadi acuan untuk melakukan promosi agar sektor kepariwisataan bertumbuh signifikan. Saat ini, ungkapnya, pihaknya membangun sistem data base kebudayaan, yang pengaksesannya dapat melakui jaringan internet.

Berkaitan dengan data kunjungan pariwisata yang tidak valid, Nunung menyatakan, sejauh ini, pihaknya menggunakan tiga sumber untuk mencatat data kunjungan wisata. “Yaitu, neraca satelit pariwata daerah, laporan kota-kabupaten, dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mendata kunjungan wisata pada dua titik, yaitu bandara serta pelabuhan,” tuturnya.

Nunung tidak membantah ada jumping data. Artinya, jelas dia, tidak tertutup kemungkinan, terjadi pencatatan ganda atau lebih berkaitan dengan kunjungan wisata. Nunung pun mengakui bahwa sistem pendataan kunjungan wisata di Jabar bel;um ideal. Karenanya, sama seperti kebudayaan, pihaknya pun ingin membangun sebuah sistem pendataan kunjungan wisata yang ideal, valid, dan dapat dipertanggunjawabkan.

Nunung sepakat bahwa hotel memang dapat menjadi salah satu sumber data kunjungan pariwisata. Sayangnya, hingga kini, tidak tertutup kemungkinan, hotel-hotel yang ada di Jabar tidak melaporkan daftar tamunya secara utuh. “Hotel memang menjadi salah satu sumber data kunjungan. Jadi sebaiknya, hotel-hotel melaporkan data kunjungan secara transporan,” tutup Nunung. (ADR)