Bulog Salurkan Ratusan Ton Beras dan Gula Tersalurkan

(erwin adriansyah)
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam beberapa waktu terakhir, harga jual beragam komoditi tergolong mahal. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi itu terjadi. Selain faktor kondisi ekonomi dalam negeri, tidak tertutup kemungkinan, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun berefek domino bagi ekonomi nasional.

Karenanya, untuk mengantisipasi terjadinya inflasi beragam kebutuhan, pemerintah menginstruksikan Bulog untuk melangsungkan operasi pasar (OP) Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) 2015, yang secara resmi, digulirkan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

“Di Jabar, kami terus melakukan penyaluran kepokmas yang terkemas dalam OP. Kami melangsungkan OP Kepokmas di 24 kota-kabupaten Jabar,”tandas Wahyu Puspayutha, Kepala Humas Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, di tempat kerjanya, Graha Sativa, Jalan Soekarnohatta Bandung, Selasa (7/7).

Wahyu mengemukakan, hingga 6 Juli 2015, pihaknya menyalurkan ratusan ton beras dan gula, plus puluhan liter minyak goreng, ditambah ribuan kilo telur dan serta daging kepada masyarakat. “Untuk beras dan gula, masing-masing volumenya sekitar 50 ton. Untuk minyak goreng, kami menyalurkan 36 liter,” sebut Wahyu.

Rencananya, ungkap dia, pihaknya terus menggelar OP Kepokmas hingga menjelang Idul Fitri atau 14 Juli 2015. Titik terakhir pelaksanaan OP Kepokmas 2015 yaitu Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Dalam OP Kepokmas itu, Wahyu mengutarakan, pihaknya menerima subsidi pemerintah. Nilai subsidi tersebut, terangnya, bervariasi. “Untuk beras dan gula pasir, subsidi senilai Rp 5.500 per kilogram. Subsidi minyak goreng senilai Rp 7.000 per liter. Subsidi telur sejumlah Rp 10.000 per kilogram. Yang tertinggi, subsidi daging, yaitu Rp 50.000 per kilogram,” tutup Wahyu. (ADR)

Related posts