Home » Headline » Buktikan Seluruh Dakwaan, Hakim Vonis Ojang 8 Tahun Penjara

Buktikan Seluruh Dakwaan, Hakim Vonis Ojang 8 Tahun Penjara

Bupati Subang nonaktif Ojang Sohandi meninggalkan ruang sidang usai mendengar vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/1). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Setelah menjalani persidangan yang panjang, dan menghadirkan 90 orang saksi, akhirnya Bupati Subang nonaktif Ojang Sohandi menghadapi vonis hakim. Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (11/1), Ojang dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, karena terbukti memberikan suap terhadap dua jaksa yang berdinas di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Deviyanti Rochaeni dan Fachri Normallo.

Majelis hakim menilai Ojang melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a jo. UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, yang tercantum di dakwaan primair.

Hakim juga membuktikan dakwaaan kedua jaksa, yakni Pasal 12b UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dan, dakwaan ketiganya, yaitu Pasal 11 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan, Ojang pun dianggap telah melakukan pencucian uang, yang dibuktikan dalam Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan pertama, kedua, ketiga, dan keempat, serta menjatuhkan pidana penjara selama delapan tahun, serta denda Rp 300 juta subsider empat bulan,” ucap Hakim Ketua Longser Sormin, dalam amar putusannya, di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam dakwaan kedua, mantan ajudan Eep Hidayat diduga menerima gratifikasi yang jumlahnya mencapai Rp 38.293.000.000 dari sejumlah pihak. Sementara itu, dalam dakwaan ketiga, jaksa menilai Ojang menerima uang Rp 300 juta dari Elita Budiarti, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Pemberian itu diduga diberikan karena jabatannya sebagai bupati.

Untuk pencucian uang, uang yang diperoleh Ojang diduga disamarkan, di antaranya untuk membeli sejumlah tanah beserta bangunan, membeli sapi 30 ekor, mobil, serta memberi uang kepada Eep Hidayat (mantan Bupati Subang) sebesar Rp 2, 491 miliar, memberi uang kepada anggota Komisi A dan D DPRD Kabupaten Subang sebesar Rp 1.948.756.000, hingga membeli perangkat kampanye sebesar Rp 1,681 miliar.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam program pemberantasan korupsi. Sementara yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, mengakui perbuatan, ikut memperlancar dalam memberikan keterangan terkait TPPU,” tutur majelis hakim.

Atas vonis tersebut, Ojang menerima, mengingat lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa. Sementara, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi memilih pikir-pikir sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya.

Meski hakim berhasil membuktikan seluruh dakwaan jaksa, namun tim JPU ingin mempelajari dahulu isi lengkap putusan tersebut. “Kita ingin melihat dahulu keseluruhan isi putusan itu. Jadi, kita menggunakan waktu selama tujuh hari sebelum menentukan sikap,” tukas JPU KPK Fitroh Rohmansyah, usai sidang. (vil)