B-20 Pangkas 20 Persen Anggaran Negara

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Melakukan efisiensi menjadi opsi bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah. Satu di antara langkah efisiensi pemerintah yaitu dalam hal pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dasar itu yang membuat Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bersama Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), terus melakukan sosialiasai hadirnya BBM terkini, Biodiesel 20 persen (B-20).

Kasubdit Pelayanan dan Pengawasan Usaha Bio Energi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Edi Wibowo, pada Roadshow B-20 di PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) III Bandung, Jalan Wirayudha Bandung, mengemukakan, B-20 merupakan solar yang tercampurkan dengan 20 persen biodiesel.

Edi menjelaskan, proyeksi pemanfaatan B-20 satu di antaranya sebagai sarana penghemat anggaran negara. Menurutnya, kehadiran B-20 dapat menghemat 20 persen anggaran negara atau sekitar Rp 36 triliun, untuk pemenuhan kebutuhan impor solar. “Tahun ini, secara nasional, kebutuhan solar berubsidi sebanyak 16 juta kiloliter (KL). Hadirnya B-20, penggunaan solar lebih hemat 3,2 juta KL. Penggunaan B-20 merupakan kebutuhan mendesak mengingat cadangan minyak bumi berbahan baku fosil terus menipis. Jika ada pembiaran, sekitar 12-13 tahun mendatang, negara ini punya kebergantungan pada solar impor,” tandas Edi..

Diungkapkan, sebenarnya, uji coba B-20 berlangsung akhir 2013. Berdasarkan hasil uji coba, katanya, pihaknya tidak menemukan kendala signifikan dalam penggunaan biosolar sebagai bahan bakar kendaraan.

Edi menegaskan, sebenarnya, masyarakat dapat memperolah B-20 sejak Januari 2016. Disebutkan, sejak Januari 2016, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib menjual B-20, termasuk di Jabar. Edi menjelaskan, bahan baku minyak nabati biosolar, Jabar mendatangkannya dari sejumlah daerah yang menjadi produsen sawit, di antaranya, Sumatera. (ADR)

Related posts