Dewan Pertanyakan Mandeknya Pembangunan Kawasan Kiaracondong

Penertiban bangunan liar di Jalan Karawang, Kamis (6/10), membingungkan warga terdampak. (jabartoday/avila dwiputra)
Penertiban bangunan liar di Jalan Karawang, Kamis (6/10), membingungkan warga terdampak. (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG DPRD Kota Bandung memertanyakan mandeknya pembangunan di lahan kosong kawasan Kiaracondong. Padahal, lahan seluas 13,5 hektar itu telah diserahkan Pemerintah Kota Bandung kepada PT Mega Chandra Persada sebagai pihak yang akan menyulap kawasan tersebut menjadi central business district (CBD).

“PT MCP ini belum berjalan, kita juga belum tahu kenapa karena memang belum ada laporan,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi, di gedung parlemen, Jumat (7/10).

Rencananya lahan tidur belasan hektar ini, bakal dijadikan kawasan pusat bisnis. Nantinya, di lokasi tersebut berdiri berbagai fasilitas mulai dari ruang terbuka hijau, sarana olahraga, apartemen rakyat, hingga pusat kesehatan.

“Yang jadi masalah, sudah ada kerja sama untuk pemanfaatannya, tetapi belum ada pembangunan. Ini yang harus dilakukan. Bahkan kita juga belum terima masterplan dari PT MCP, jadi kita betul-betul tidak tahu,” aku politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Oleh karenanya, DPRD Kota Bandung akan segera memanggil pihak terkait guna meminta kejelasan terkait rencana pembangunan itu, termasuk soal pembuatan jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Ibrahim Adjie dan Jalan Jakarta.

“Kalau sudah ada masterplan kan jelas semua, termasuk rencana pembangunan jalan alternatif. Jangan-jangan pembangunan jalan itu masuk dalam kewajiban PT MCP, tetapi dibangun oleh APBD. Kan masalah nantinya,” tukas Folmer. (vil)

Related posts