
JABARTODAY. COM – BANDUNGĀ Hadirnya jembatan layang untuk pejalan kaki atau skywalk di Kota Bandung dinilai penuh dengan resiko. Pasalnya, skywalk bakal dijadikan penampungan pedagang kaki lima yang berada di kawasan Cihampelas. Sehingga, dikhawatirkan akan hadir PKL baru.
Entang juga beranggapan, pembangunan skywalk berpotensi merugikan masyarakat mengingat jalur yang dibuat melintasi pohon-pohon berukuran besar dan berusia tua. Apabila, terjadi cuaca buruk dan pohon tumbang sangat menimbulkan ancaman keselamatan bagi pengguna jalan tersebut. “Kita kan ga tahu alam seperti apa. Tiba-tiba pohon tumbang, menimpa skywalk dan masyarakat yang melintas, tidak bisa dibayangkan seperti apa akhirnya,” sahut politisi Partai Demokrat itu.
Dalam hal penataan kota, skywalk sangat diperlukan, khususnya menyelesaikan masalah kemacetan dan penataan PKL. Namun, Entang kembali kepada Pemerintah Kota Bandung akan ancaman yang mungkin terjadi. “Karena kita tahu kondisi alam seperti apa,” tandas dia.
Sebelumnya, proyek pembangunan skywalk akan mulai dibangun pekan depan dan ditargetkan rampung akhir Desember 2016, menyusul sudah ditetapkannya pemenang lelang.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebut, Pemkot akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 43 miliar. “Sudah ada pemenang lelangnya, akan dimulai minggu depan, semua warga dan pemilik toko akan saya panggil,” ucap Emil, sapaan akrab Wali Kota, belum lama ini.





