
jabartoday.com
Rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyusun beberapa rencana pembangunan. Satu di antaranya, mewacanakan pembangunan 8 Kota Tua Bandung, antara lain kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitar, Jalan Braga,Ir H Djuanda, Cihampelas, dan sebagainya.
Melihat hal itu, para pelaku usaha jasa konstruksi yang tergabung dalam Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (GAPENSI) Kota Bandung menyasar sejunlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Kembang. “Tentu saja, kami ingin turut ambil bagian dalam rencana pengembangan 8 Kota Tua Bandung,” tandas R Heryanto Sudarmadi, Ketua BPC gapensi Kota Bandung, pada sela-sela Musyawarah Kota BPC GAPENSI Kota Bandung di Hotel Papandayan, Jalan Gatotsubroto Bandung, Senin (8/8).
Ade, sapaan akrabnya, menegaskan, sebenarnya, pihaknya tidak hanya membidik rencana pembangunan 8.Kota Tua Bandung. Akan tetapi, seru Ade, pihaknya pun menyasar setiap aktivitas pembangunan jasa konstruksi. “Pelaku usaha jasa konstruksi di Kota Bansung banyak jumlahnya. Mereka asal berbagai skala, mulai kecil sampai besar. Kami ingin anggota kami turut terlibat dalam akrivitas konstruksi dan infraastruktur Kota Bandung,” paparnya.
Ade, yang menggantikan posisi Deden Hidayat sebagai Ketua BPC GAPENSI Kota Bandung selama 2 periode, menyatakan, secara kualitas, pelaku usaha jasa konstruksi lokal tidak kalah oleh pekerja asal negara lain. Apalagi, ungkapnya, seluruh pelaku usaha jasa konstruksi di Kota Bandung sudah bersertifikasi. Artinya, jelas dia, pelaku jasa konstruksi Kota Bandung punya kapasitas dan daya saing.
Diungkapkan, khusus proyek-proyek infrastruktur Kota Bandung, sejauh ini, mayoritas, pihaknya terlibat dalam pengerjaan jalan. Namun, katanya, tidak sedikit pula pelaki jasa konstruksi menggarap proyek-proyek swasta. “Untuk tahun ini, kami masih menunggu pelelangan proyek,” tutup Ade. (ADR)




