Pemprov-BJB Serius Garap Perkopian Jabar

jembenkpoenja.blogspot.com
jembenkpoenja.blogspot.com
JABARTODAY.COM – ‪BANDUNG — Sejauh ini, sebenarnya, Jabar memiliki beragam potensi dan kekuatan ekonomj yang luar biasa. Satu di antaranya, terdapat pada sektor agrobisnis. Sayangnya, sampai saat ini, sektor tersebut masih kurang mendapat perhatian kalangan perbankan.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, mengemukakan, sebenarnya, produk lokal petani Jabar berkembang dan tumbuh positif serta signifikan. Akan tetapi, lanjut Aher, sapaan akrabnya, masih terkendala masalah pembiayaan, khususnya, kredit perbankan.

Aher berpendapat, di Jabar, terdapat beberapa komoditi agrobisnis yang butuh dukungan permodalan. Salah satunya, sebut Aher, adalah komoditi kopi.

Sebetulnya, tutur Aher, komoditi itu, punya kekuatan dan daya saing ekonomi yang luar biasa. Buktinya, pasar komoditi itu tidak hanya domestik, tetapi juga mancanegara. “Mesir merupakan salah satu pasar kopi Jabar,” tandas Aher.

Aher menilai di antara kopi Jabar, Kopi Garutan punya kualitas tinggi. Sebenarnya, kata dia, selama ini, produksi Kopi Garutan berkembang cukup baik. Luas lahannya, sahut Aher, saat ini, mencapai 32 ribu hektare dan berkapasitas produksi 17.100 ton per tahun.

Agar produksinya, baik kualitas maupun kuantitas, menjadi lebih optimal dan lebih bernilai tambah, ucap Aher, tentunya, butuh dukungan dan dorongan, yang salah satunya, dari sektor perbankan, yakni dalam hal permodalan dan pembiayaan.Karenanya, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, yang memiliki saham mayoritas PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb, terus mendorong perbankan BUMD Jabar-Banten itu untuk memberi perhatian lebih pada sektor agrobisnis.

Apalagi, bersama beberapa perbankan BUMN, satu di antaranya, PT Bank Mandiri Tbk, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan itu punya komitmen kuat, yaitu memberi fasilitas pelayanan perbankan bagj komoditi kopi.‬”Kami dan bank bjb bersepakat menopang sektor pertanian, yang di antaranya dalam hal permodalan. Terlebih, saat ini, bank bjb punya posisi pendanaan yang baik dan kuat,” tegas orang nomor satu di Tatar Pasundan tersebut.

Aher menuturkan, kehadiran dan peran bank bjb yang lebih aktif dan agresif pada sektor agrobisnis, tidak hanya mendorong produktivitas komiditinya, tetapi juga, tingkat perekonomian para petaninya. Itu karena, jelas Aher, tidak sedikit para petani, termasuk yang mebggaral komoditi kopi, yang terjerat sistem ijon. “Jadi, hadirnya bank bjb dapat menyikapi sistem ijon sekaligus mendorong kesejahteraan petani,” pungkas Aher. (ADR)

Related posts