
“Saya bingung. Harga minyak dunia kan turun signfikan. Tapi, mengapa harga jual BBM di dalam negeri turun tipis, sekitar Rp 250 per liter. Kalau mengacu pada harga minyak dunia, idealnya, turunnya harga BBM dalam negeri lebih besar lagi,” tandas Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, periode 2016-2020, Dedy Widjadja, usai Pengukuhan Pengurus DPP APINDO Jabar di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka Bandung.
Pihaknya, tegas Dedy, menginginkan sistem dan aturan yang lebih fair. Misalnya, jelas dia, pemerintah mengizinkan swasta atau kalangan pelaku usaha dan industri melakukan impor BBM. Dedy berpendapat, adanya izin bagi kalangan pelaku usaha dan industri melakukan impor BBM adalah supaya mencegah terjadinya kemungkinan terjadinya penyelundupan BBM ke Indonesia.
Karenanya, tegas Dedy, soal BBM dan gas, pihaknya meminta keterbukaan pemerintah dan PT Pertamina. Selama ini, lanjut dia, apabila berkenaan dengan BBM, pemerintah dan PT Pertamina tertutup. “Jadi, kami meminta DPR, BPK dan lembaga-lembaga negara lain untuk membuka Pertamina. Ini supaya masyarakat menjadi lebih tahu tentang bagaimana kondisi yang sebenarnya,” tutup Dedy. (ADR)




