JABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dampak putusan itu, Bank Indonesia (BI) menerbitkan kebijakan, yaitu mrlakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,75 persen atau naik 25 basis point.
“Tentunya, kenaikan BI Rate dapat membuat suku bunga pinjaman (leasing) juga naik. Bagi dunia otomotif, tahun depan, tantangannya kian berat,” tandas Iwan Tjandradinata, Direktur Honda Bandung Center (HBC), main dealer PT Honda Prospect Motor (HPM) area Jabar, pada sela-sela Peluncuran Harga Resmi Honda HRV di Trans Studio Mal Bandung, Selasa (9/12).
Menurutnya, pihaknya sudah mulai merasakan efek kenaikan BBM subsidi. Di antaranya, ungkap Iwan, pihaknya melakukan koreksi target penjualan 2014 di Jabar-Banten.
Diungkapkan, pada tahun ini, awalnya, pihaknya memproyeksikan penjualan seluruh varian sebanyak 20 ribu unit. Adanya kenaikan BI Rate, lanjut Iwan, pihaknya mengoreksi target penjualan menjadi 17.500 unit.
Pihaknya, cetus Iwan, berusaha keras mencapai angka penjualan sebanyak 17.500 unit itu. “Hingga November, total penjualan di Jabar-Banten mencapai 15.195 unit,” ungkapnya.
Berbicara tentang prospek tahun depan, tambah Iwan, pihaknya memproyeksikan sebanyak 19 ribu unit. “Pastinya, tahun depan tantangannya lebih berat,” sahut Iwan.
Sementara itu, Operational Manager PT HBC, Junianto Naibaho, menambahkan, khusus Honda HRV, secara nasional, tahun depan, PT HPM memproyeksikan penjualan 20 ribu unit. Hingga kini, imbuhnya, penjualan Honda HRV sebanyak 3.500 unit. Di Jabar-Banten, sejumlah 2 ribu unit. “Saat ini, sekitar 250 unit habis terpesan,” tutupnya. (ADR)





