GIAA Sukses Pangkas Kerugian. Ini Jurusnya

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia bisnis, menekan kerugian menjadi sebuah keniscayaan. Tidak heran, banyak korporasi yang terus berupaya untuk meminimalisir kerugian demi menjaga sekaligus meningkatkan kinerjanya. Itu pula yang terus dilakukan PT Garuda Indonesia Airways Tbk (Persero) alias GIAA.

Maskapai Merah Putih itu sukses menekan kerugiannya. Paruh pertama 2018, GIAA berhasil memangkas kerugiannya 58 persen. “Semester I 2018, kerugian bersih kami sebesar 116,857 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,67 triliun (kurs Rp 14.300). Angka itu lebih kecil 58 persen daripada kondisi paruh pertama 2017, yang saat itu nilainya 283,8 juta dolar AS,” tandas Direktur Utama GIAA, Pahala N Mashuri, seperti dilansir detik.com.

Dikatakan, tertangkapnya kerugian itu berkat sejumlah upaya yang pihaknya lakukan selama ini. Di antaranya, tutur dia, naiknya pendapatan operasional 5,9 persen atau menjadi 1,99 miliar dolar AS atau Rp 28,58 triliun.

Upaya berikut, lanjutnya, pihaknya mampu menekan operational cost sebesar 0,3 persen atau menjadi 2,1 miliar dolar AS. Padahal, ucapnya, semester awal 2018 penuh tantangan, semisal terdepresiasinya nilai tukar rupiah dan melejitnya harga jual avtur sebanyak 12 persen.

Naiknya pendapatan itu, katanya, semester I I 2018, pihaknya mengangkut 18,7 juta penumpang. Angka itu, terangnya, berarti terjadi peningkatan 8,2 persen. Naiknya volume penumpang itu, sahut dia, karena libur Idul Fitri 2018 yang jangka waktunya lebih lama. Sementara untuk haji, tukasnya, pihaknya, yang tahun ini meninjau kembali proyeksi laba bersih senilai  8-10 juta dolar AS karena depresiasi rupiah, menerbangkan 107 ribu jamaah.

Jurus lainnya, paruh pertama 2018, maskapai BUMN ini mengoperasikan 5 rute baru Makassar-Palembang, Ambon-Bau Bau, Jakarta-Sorong, Denpasar-Mumbai, dan Makassar-Medan-Medina. Tidak itu saja, GIAA pun melakukan penambahan destinasi, yakni Denpasar Xi’an, Denpasar-Zhengzhou, dan Makassar-Selayar. “Demi merealisasikan proyeksi laba tahun ini, kami juga melakukan restrukturisasi 11 rute,” tutupnya.  (win/dtc)

Related posts