JABARTODAY.COM – BANDUNG — Terjadinya berbagai kondisi, termasuk politik, cukup berpengaruh pada sektor bisnis. Otomotif menjadi salah satu sektor yang terkena imbasnya.
“Market otomotif, khususnya Jabar, selama 2016 sedikit menciut. Kami pun mengalami perlambatan 6,5 persen. Tapi, kami bersyukur masih dapat mempertahankan posisi market share pada level 18,9 persen,” tandas Iwan Tjandradinata, Direktur PT Honda Bandung Center (HBC), main dealer PT Honda Prospect Motor (HPM) area Jabar-Banten, pada Media Gathering di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatotsubroto Bandung, Senin (5/12).
Iwan mengatakan, walau secara keseluruhan mengalami perlambatan pertumbuhan, secara ritel, pihaknya mampu tumbuh pada posisi 7,9 persen. Bahkan, pada November 2016, terjadi perkembangan 31 persen. Menurutnya, hampir setiap periode Oktober-November-Desember, memang merupakan momentum kenaikan penjualan.
Guna kembali meningkatkan kinerja bisnis, Iwan menyatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya, ungkap pria berkaca mata ini, bersiap merilis sejumlah varian anyar. “Ada beberapa produk yang kami siapkan untuk 2017. Di antaranya segmen sedan,” cetuasnya.
Junianto Naibaho, Operation Manager Pat HBC, menambahkan, kinerja bisnis otomotif, khususnya di Jabar periode Januari-Oktober 2016 memang melambat. Secara total, sebutnya, penjualan seluruh brand dan varian mencapai 92.141 unit. “Angka itu lebih rendah daripada periode sama 2015, sebanyak 98.666 unit. Khusus Honda penjualannya 17.430 unit. Tahun lalu 16.550 unit,” kata Jun, sapaan akrabnya.
Jun meneruskan, selama Januari-Oktober 2016, Low Most Purpose Vehicle (LMPV) termasuk segmen yang angka penjualannya tertinggi, yaitu 21.288 unit. Namun, kata dia, penjualan periode sama tahun lalu mencapai 23.539 unit. Segmen terlaris berikutnya, imbuh Jun, adalah Low Cost Green Car (LCGC), sejumlah 22.142 unit. “Penjualan LCGC tahun ini melampaui periode Januari-Oktober 2015, yaitu 17.620 unit,” tutupnya. (win)





