Home » Bandung Raya » Heryawan: Tindak Tegas Industri Pencemar Citarum

Heryawan: Tindak Tegas Industri Pencemar Citarum

Sungai Citarum (jakartaforum)

Sungai Citarum (jakartaforum)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbah beracun ke Sungai Citarum segera dilakukan. Pemilik hingga manajemennya terancam dipidanakan bila tak segera mengolah air limbah sesuai standar.

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan hal itu dalam rapat penanganan kerusakan lingkungan Sungai Citarum di Gedung Pakuan, Kamis (2/1/2014) malam.

 

Rapat yang berlangsung hampir tiga jam melibatkan jajaran pemerintah pusat, yang diwakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mochammad Hasan, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Donny, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Kementerian PU Adang Saf.

 

Sementara, dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga hadir Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Sekretaris Daerah Wawan Ridwan, dan beberapa kepala dinas. Selain unsur pemerintah, rapat upaya memulihkan kondisi Sungai Citarum juga melibatkan kelompok aktivis lingkungan.

 

Rapat fokus membahas rencana Pemprov Jabar yang mulai 2014 akan menggelar penanganan terpadu kerusakan lingkungan Sungai Citarum. Selain itu, diterapkan strategi penanganan bertahap dari hulu. Pada 2014, pelaksanaannya difokuskan pada 20 km pertama.

 

Salah satu yang ditegaskan Gubernur dalam pertemuan, adalah penegakan hukum terhadap setidaknya 71 industri yang berlokasi di bantaran Sungai Citarum 20 km pertama.

 

Diperkirakan, jumlah industri yang membuang limbahnya ke Sungai Citarum 20 km pertama lebih 71 industri. “Tidak ada toleransi lagi. Ke-71 industri, dan lainnya yang belum terdata, harus segera mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memenuhi standar. Kalau tidak, polisi akan menyeretnya ke pengadilan,” tegas Heryawan.

Untuk memastikan penegakan hukum terhadap industri pencemar Sungai Citarum berjalan konsisten, Heryawan mengutarakan, Pemprov akan menjalin kesepakatan khusus dengan Polda Jabar. “Kerjasama dengan polisi harus kuat,” tukasnya.

 

Dirjen SDA Kementerian PU Mochammad Hasan mengapresiasi tekad Gubernur Jabar menyehatkan kembali Sungai Citarum. Upaya terpadu yang menyatukan berbagai lembaga dan pihak yang selama ini menggelar program penyehatan Sungai Citarum, menurut Hasan, merupakan langkah brilian. “Karenanya, pemerintah pusat sangat mendukung, termasuk menyiapkan anggaran khusus,” ujar Hasan.

 

Citarum sempat dijuluk sebagai sungai terkotor di dunia. Ruas sungai paling parah pencemarannya yakni 0-77 km, mulai Situ Cisanti hingga Waduk Saguling. Melalui penanganan bertahap dan tuntas, penyehatan Sungai Citarum rampung pada 2017. (AVD)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.