Home » Politik » Heryawan Sayangkan Golput

Heryawan Sayangkan Golput

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ambruknya tingkat kepercayaan pada negara, khususnya pemerintah, mendorong sebagian warga untuk tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum alias golput (golongan putih).

 

Kecenderungan meningkatnya warga yang golput tahun demi tahun otomatis menekan angka partisipasi pemilih dalam Pemilu. Penurunan angka partisipasi ini terlihat dalam beberapa Pemilu terakhir. Hal itu tampak dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kondisi ini merata di semua daerah secara nasional.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat menyatakan, penurunan signifikan angka partisipasi pemilih dalam Pemilu sungguh memprihatinkan. “Kecenderungan sejarah ini harus diakhiri, dan pusat menargetkan angka partisipasi pemilihan pada Pemilu 2014 minimal 75 persen,” ujar Yayat pada Pengukuhan Agen Sosialisasi dan Relawan Demokrasi Pemilu 2014 tingkat KPU provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat di Kantor KPU Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (17/12).

 

Hadir dalam acara pengukuhan ratusan anggota agen sosialisasi dan relawan demokrasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat Herminus Koto.

 

Heryawan mengungkapkan hal serupa usai menyaksikan pengukuhan yang dilakukan tersebut. Menurut Heryawan, pemilih yang tidak memanfaatkan hak pilihnya melewatkan satu tahapan penting untuk melahirkan pemerintahan yang lebih baik. “Pilihan golput tentu disayangkan karena pemilu sebenarnya gerbang harapan,” tutur Heryawan.

 

Heryawan merinci, era reformasi hadir karena rakyat menolak bangunan oligarki Orde Baru yang terus meraksasa di pusat. Oligarki yang melibatkan penguasa, pengusaha, dan kekuatan militer tertentu dimaksud merampas hak sejahtera dan kebebasan rakyat.

 

Namun, hingga tahun ke-15 era reformasi, oligarki yang dulu berada di pusat kekuasaan negara, kini menyebar di provinsi dan kabupaten/kota. Sama dengan era Orde Baru, ketimpangan pengelolaan kekuasaan ini menyebabkan rakyat kebanyakan tak kunjung sejahtera.

 

Atas kondisi tersebut, Heryawan yang mantan wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta mengimbau agar warga tidak kehabisan optimisme. Masih terbuka ruang, yakin Gubernur Jawa Barat, pemerintahan, termasuk legislatif, ke depan lebih baik dibanding sebelumnya.

 

“Semoga pengalaman berbangsa selama ini membuat kita semakin dewasa. Mari kita lebih cermat dan cerdas dalam memilih wakil terbaik, serta pemimpin nasional, dalam pemilu mendatang,” tukas Heryawan.

 

Aher menambahkan, performa pemerintahan ke depan ditentukan oleh pilihan warga dalam Pemilu 2014. Dengan kata lain, diutarakan, menjadi golput sama dengan menggadaikan harapan kepada orang lain.

 

Gubernur mengapresiasi KPU Jabar yang berupaya keras agar partisipasi warga dalam pesta demokrasi 2014 di provinsi dengan jumlah pemilih terbesat di Indonesia, maksimal. “Semoga bisa melewati target pemerintah (75 persen),” ucap Aher.

 

Angka partisipasi pemilih di Jawa Barat pada Pemilu 1999 mencapai 99%, Pemilu 2004 80%, dan kembali anjlok pada Pemilu 2009 yang di 70%. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.