Home » Politik » Bicara Soeharto dari Mata Para Wartawan Istana

Bicara Soeharto dari Mata Para Wartawan Istana

bedah buku Pak HartoJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kecintaan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof Dr Edi Swasono terhadap tanah airnya terlihat dari enggannya menyantap makanan ala barat seperti pizza atau hamburger. Menurutnya, dengan memakan makanan tersebut, merugikan para ibu rumah tangga juga tidak menghargai masakan asli Indonesia.

Hal itu diungkapkan dalam acara Bedah Buku “34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto” di Gedung Landmark Braga, Minggu (5/5). Hadir sebagai pembicara Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Dr. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si. Dan Direktur Pemberitaan Kantor Berita Antara Ahmad Husaeni menjadi moderator.

Edi sendiri menyebut, bangsa Indonesia telah kehilangan nasionalisme yang terlihat dari gemarnya anak muda saat ini menggunakan produk impor. Ia juga menyatakan, bila Soeharto adalah sosok yang nasionalis dan banyak diperdaya oleh para teknokrat di sekelilingnya. “Pak Harto pernah disuruh menandatangani Letter of Intent dengan IMF (lembaga moneter internasional,” papar menantu proklamator Indonesia, Muhammad Hatta, itu.

Sementara itu, mantan wartawan Berita Buana, Koos Arumdanie, menuturkan, buku ini ditulis bukan untuk menyanjung mendiang Presiden Soeharto, namun lebih kepada pandangan secara apa adanya dari para jurnalis di era tersebut.

“Buku ini memuat sejumlah pengalaman dari pewarta di media yang ada pada saat itu secara objektif,” terang Koos.

Sedangkan, Anwar menyatakan, kalau Soekarno dan Soeharto sebagai dua pemimpin negara yang sering ditulis, karena keunikan mereka dalam memimpin negara Indonesia. (VIL)

Komentar

komentar