Home » Peristiwa » KA Sukabumi-Bogor Aktif Lagi, Gubernur Jabar Tinjau Langsung

KA Sukabumi-Bogor Aktif Lagi, Gubernur Jabar Tinjau Langsung

KA PangrangoJABARTODAY.COM- SUKABUMI

Pengoperasian kembali kereta api jurusan Sukabumi-Bogor mulai Sabtu (9/11) mendapat perhatian khusus Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Gubernur meninjau Stasiun KA Sukabumi usai melakukan Grebek Pasar di dua lokasi di Kota Sukabumi.

 

PT Kereta Api Indonesia terakhir mengoperasikan armadanya sekitar setahun lalu. Jalur KA Sukabumi-Bogor saat itu dilayani satu KA, yakni Bumi Geulis, dengan sekali pemberangkatan setiap hari.

 

Heryawan tiba di stasiun yang dibangun pemerintah kolonial Belanda ini, disambut Kepala Stasiun KA Sukabumi Heru. Kepada Heru, Gubernur bertanya berbagai persiapan yang dilaksanakan pihak operator sehubungan pengaktifan kembali KA Sukabumi-Bogor.

 

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga, Heru mengatakan, jadwal pemberangkatan KA Pangrango dari Sukabumi sebanyak tiga kali dalam sehari. Begitu pula sebaliknya. “Ini agar jumlah penumpang yang diangkut lebih banyak dibanding sebelumnya,” ujar Heru.

 

Usai dengan kepala stasiun, Gubernur Heryawan meninjau kondisi pelayanan di loket penjualan tiket, dengan turut mengantre bersama calon penumpang. Setiba di depan loket, ia memesan dan membayar dua tiket untuk calon penumpang yang mengantre di belakangnya.

 

Ditanya wartawan sebelum meninggalkan stasiun, Gubernur Heryawan mengungkapkan, pengoperasian kembali KA Sukabumi-Bogor bagian upaya pemerintah untuk mengaktifkan jalur pelayanan KA yang vakum.

 

“Dulu kita sempat terlela membiarkan kereta api, lalu fokus ke jalan. Padahal pertumbuhan penduduk berakibat pada pertambahan kendaraan, yang tidak sejalan penambahan jalan,” papar Heryawan soal pentingnya moda transportasi massal.

 

Dikatakan juga, selain unggul daya angkut, waktu tempuh KA jauh lebih singkat dibanding bus. KA membutuhkan dua jam, sementara waktu tempuh bus rata-rata lima jam.

 

Pengoperasian kembali KA Sukabumi-Bogor, masih menurut Heryawan, tidak akan mematikan usaha perusahaan jasa transpoprtasi bus. Moda satu ini tetap memiliki keunggulan, yakni melayani warga untuk kebutuhan jalur perjalanan pendek. Selain itu, pemberangkatannya jauh lebih sering daripada KA. “Pengusaha dan supir angkutan bus tidak perlu khawatir. Apalagi warga Jawa Barat itu banyak, 45 juta orang,” ucap Heryawan.

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional II Bandung Jaka Jakarsih menyebut, bahwa selain potensi bisnis cukup terbuka, re-aktivasi jalur Bogor-Sukabumi didasari oleh adanya permintaan dan kebutuhan masyarakat. Dasar lainnya, tambah dia, adanya instruksi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, yang meminta menghidupkan kembali jalur itu.

KA jalur tersebut tidak diaktifkan lagi karena kondisi terowongan Lampeugan di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, yang panjangnya sekitar satu kilometer, tidak memadai lagi.

Berdasarkan rencana, KA Pangrango menggunakan 1 Lokomotif CC-204. Rangkaiannya terdiri atas 1 gerbong Eksekutif (K1), 3 gerbong Ekonomi AC (K3AC), 1 gerbong makan AC, dan  Genset (MP3AC).

Dijadwalkan, KA bertolak dari Bogor pukul 07.30, 12.30, dan 17.30 setiap harinya. Sementara keberangkatan dari Sukabumi, pukul 05.00, 10.00, dan 13.00 setiap harinya.

Soal tarif, Jaka menyatakan, nilainya variatif. Pada tarif relasi Cianjur-Sukabumi, kelas Ekonomi AC (K3 AC) Rp. 10 ribu per orang. Kelas Eksekutif (K1) seharga Rp 25 ribu per orang. “Sementara tarif kelas eksekutif Rp. 60 ribu per orang,” tutup Jaka, seraya menyatakan optimismenya bahwa KA Pangrango dapat meraih okupansi 70%. (VIL)

 

Komentar

komentar