Home » Peristiwa » Mahasiswa Papua Tuntut Perusahaan Imperialis Ditutup

Mahasiswa Papua Tuntut Perusahaan Imperialis Ditutup

Bandung Wetan-20130501-04029JABARTODAY.COM – BANDUNG

Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei dijadikan momen kebangkitan masyarakat Papua untuk membangun semangat kemerdekaan. Selain itu, rakyat Papua harus diberikan hak untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bandung Franz Kotouki meminta agar pemerintah berdemokratis terhadap rakyat Papua yang selama ini selalu dieksploitasi.

“1 Mei 1963 bagi rakyat Papua merupakan awal pendudukan Indonesia di tanah air,” katanya di sela-sela aksi di depan Gedung Sate, Rabu (1/5).

Mereka merasa Papua selalu dieksploitasi dengan segala sumber daya yang ada, ditambah kondisi rakyatnya yang tak pernah sejahtera. Kekejaman militer Indonesia masih saja terjadi hingga dewasa ini. “Tutup segera perusahaan milik kaum imperialis, Freeport, LNG, Medco, dan lainnya,” tegasnya.

Mereka juga menuntut untuk menarik TNI – Polri organik dan non organik dari seluruh Tanah Papua. Dikarenakan, ratusan ribu rakyat Papua tewas akibat kekejaman militer, apalagi paska pemberlakuan Daerah Operasi Militer.

Momen Hari Buruh ini mereka inginkan mendapat kemerdekaan Papua seutuhnya. Dalam artian biarkan rakyatnya sendiri yang mengelola dan menyejahterakan rakyatnya. “Kami mau merdeka, mau atur nasibnya sendiri. Papua tidak berubah. Ras kami tetap seperti ini,” ujarnya.

Aksi ini dihadiri sekitar puluhan mahasiswa Papua di Bandung. Mereka mengusung spanduk kemerdekaan untuk Papua. (VIL) 

Komentar

komentar