Home » Peristiwa » Perusahaan Kolaps, Uang Nasabah Rp 40 M Raib

Perusahaan Kolaps, Uang Nasabah Rp 40 M Raib

Ratusan nasabah mendatangi kantor PT Lautan Emas Mulia di Jalan Pasirkaliki untuk meminta uang mereka sebesar Rp 40 miliar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Ratusan nasabah mendatangi kantor PT Lautan Emas Mulia di Jalan Pasirkaliki untuk meminta uang mereka sebesar Rp 40 miliar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ratusan nasabah PT Lautan Emas Mulia menggerudug kantor cabang Bandung yang berada di Jalan Pasirkaliki pada Selasa (30/4). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan uang yang ada di perusahaan tersebut yang ditaksir mencapai Rp 40 miliar.

Hal itu dilakukan, akibat perusahaan tutup tanpa alasan jelas berikut uang para nasabah, setelah 2 tahun beroperasi. “Kantor tiba-tiba tutup dan agen yang sebelumnya telah mengiming-imingi para nasabah hilang,” kata salah satu nasabah, Natalia Yosi Ratna (35).

Natalia pribadi telah mengeluarkan uang sejumlah Rp 400 juta selama 1 tahun ini untuk berinvestasi. Ia menanamkan uangnya dalam bentuk fisik dan non fisik. “Memang saat itu saya mendapatkan bunga sebulan sekitar 2 persen dari yang diinvestasikan,” tukasnya.

Tapi akhir tahun 2012 perusahaan sudah mulai mengingkari janji dengan beberapa keterlambatan transfer. “Saat ditanya uang saya kemana, alasannya salah transfer, dan ke rekening lain,” ujarnya.

Pada akhirnya, awal tahun 2013 perusahaan mulai jatuh dan 11 Maret kolaps. Nasabah lainnya, Wawan (32), mengaku, bahwa dirinya menanamkan uangnya pada PT LEM dengan total Rp 700 juta atau setara emas 1 kilogram. Dirinya tergiur karena janji komisi yang ditawarkan cukup besar, yakni 4-5% per bulan.

Dia investasi emas berupa Pegang Fisik dan non fisik yang kisaran keuntungannya 2-5 persen. “Komisinya besar, dan selama saya ikut 2 tahun selalu dibayar tepat waktu makannya saya terus tambah,” ujarnya.

Investasi di PT LEM sendiri minimal 25 gram berupa non fisik. Sedangkan fisik minimal 100 gram. Harga emas lebih tinggi 30 persen dari pasaran. Kontrak investasi bisa diperpanjang sesuai keinginan. “Uang komisi diambil bulanan, baik diambil sendiri atau dikirim langsung ke rekening nasabah,” imbuhnya.

Kuasa hukum para korban, Jefry M. Hutagalung, menyebut, kasus yang menimpa kliennya akan dilaporkan ke Polda Jawa Barat. “Kita laporkan penipuan dan penggelapan,” singkatnya.

Pantauan di lokasi, kantor berupa ruko yang berada di Jalan Pasirkaliki nomor 18 ini sudah tertutup rapat. Ratusan nasabah yang datang pun tampak kecewa.

Di pintu tertulis bila perusahaan memohon maaf dan memberitahukan kegiatan operasional dipindahkan ke kantor pusat di Menara Global Lantai 12, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kav. 27, Jakarta. (VIL)

Komentar

komentar