Home » Bandung Raya » Kota Bandung Perlu Guide Yang Fasih Bahasa Mandarin

Kota Bandung Perlu Guide Yang Fasih Bahasa Mandarin

peta_jabarJABARTODAY.COM – BANDUNG
Pada dasarnya, Jawa Barat memiliki kekayaan dan potensi alam yang sangat melimpah. Bagi sektor pariwisata, apa yang menjadi kekayaan Bumi Parahyangan, menjadi sebuah kekuatan besar. Karenanya, perlu pemanfaatan secara optimal.
 
Menurut Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat Cecep Rukmana, jika memaksimalkan potensi pariwisata tersebut, Jabar sebenarnya tidak kalah oleh Bali. “Jabar dapat menjadi destinasi kedua setelah Bali,” ujar Cecep, di Hotel Grand Royal Panghegar, Senin (30/12).
 
Cecep menuturkan, agar menjadi destinasi kedua terbesar setelah Bali, pihaknya melakukan beberapa hal. Diantaranya, membidik pasar-pasar pariwisata yang potensial. Diutarakannya, jika berbicara wisatawan, sejauh ini, pasar potensial, yakni wisatawan asal Malaysia dan Singapura.
 
Berdasarkan data Bandara Husein Sastranegara, selama 2013, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bandung, totalnya, mencapai 133.997 orang. Angka itu sedikit lebih tinggi daripada 2012, yang jumlahnya 113.690 orang. “Data yang kami miliki menunjukkan, selama tahun ini, jumlah wisatawan asal Singapura mencapai 25 ribu orang per bulan.Sedangkan asal Malaysia sekitar 95 ribu orang per bulan,” tuturnya.
 
Namun, sambung Cecep, pasar wisatawan asal kedua negara ASEAN itu masih pada segmen middle-low. Untuk lebih mendorong, pada tahun depan, pihaknya membidik segmen middle-up.  Pada segmen itu, Cecep menilai, Cina menjadi salah satu bidikannya. Dasarnya, setiap tahunnya, 90 juta warga Cina berwisata ke berbagai penjuru dunia. “Itu merupakan sebuah peluang yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.
 
Namun, sambungnya, agar jumlah wisatawan Cina lebih banyak berkunjung ke Jabar, utamanya, Kota Bandung, perlu berbagai pembenahan. Diantaranya, dalam hal bahasa. “Jabar, khususnya, Kota Bandung butuh guide yang fasih berbahasa mandarin. Selain itu, hotel-hotel dan restoran pun perlu menambahkan bahasa mandarin dalam setiap program dan produknya,” sahut Cecep.
 
Hal lainnya, tambah Cecep, perlunya pembenahan infrastruktur. Misalnya, bandara. Saat ini, Bandara Husein Sastranegara tergolong penuh dan perlu penambahan sarana pendukung. Itu terlihat pada banyaknya operasional maskapai penerbangan dari dan ke bandara tersebut. “Kami merespon positif jika ada upaya reviltalisasi fasilitas bandara (Husein Sastranegara), seperti perluasan terminal,” katanya.
 
Selain Cina, timpal Wakil Ketua BPPD Jabar Herman Muchtar, pihaknya pun membidik wisatawan asal Eropa, utamanya, Belanda. Dasarnya, terang Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar tersebut, Belanda memilki historis yang kuat dengan Indonesia.
 
Pengamat dan pakar pariwisata Jabar asal Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Djoni Syarif Iskandar, menyatakan, selain wisatawan mancanegara, Jabar pun sebaiknya mengembangkan wisatawan domestik. Tahun ini, sebut dia, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Jabar sebanyak 30 juta orang. “Harapannya, tahun depan, naik 10 persen,” pungkas Djoni. (VIL)

Komentar

komentar