Home » Headline » Harga Karpet Capai Rp 50 Miliar

Harga Karpet Capai Rp 50 Miliar

Koleksi karpet milik Wahid Ahmed. (courtesy: Al Malik Collection)

Koleksi karpet milik Wahid Ahmed. (courtesy: Al Malik Collection)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sepintas karpet hanyalah benda berbentuk persegi yang berfungsi menutup lantai. Tapi di balik itu semua, karpet memiliki sejarah panjang, karena telah digunakan beradab-abad lalu, seperti permadani Persia.

Dalam sejarahnya, karpet alias permadani dipakai juga untuk menyebut penutup meja maupun dinding, karena karpet tidak lazim dipakai untuk menutupi lantai di Eropa hingga abad ke-18. Karpet yang berasal dari bahasa Italia kuno ialah carpaire yang memiliki makna melapisi. Keberadaan karpet kini terus berkembang. Dengan permadani ini, kita bisa duduk tanpa harus kotor dan tidak langsung merasakan dinginnya lantai.

Menyebut karpet tentu tidak akan lepas dari negara Iran. Karpet Iran biasa disebut Persia. Tidak ada yang bisa mengulas secara jelas asal-usul karpet, yang pasti perkembangan karpet memang kesohor di negeri timur tengah itu.

Menurut pemilik toko Al-Malik, Wahid Ahmed, hingga kini karpet Persia masih nomor wahid. Pasalnya, bahan yang digunakan berbahan berasal dari alam, semisal wol. Itu pun tidak sembarangan, untuk wol bahannya diambil dari anak domba yang berumur tiga bulan. “Jadi memang halus banget, jadi kalau makin tua semakin murah,” ungkap Wahid di gerainya di Jalan Raya Cipamakolan 33, akhir pekan lalu.

Karpet produksi tangan tentu mempengaruhi harga, karena prosesnya yang memakan waktu berbulan-bulan. “Ada yang buatnya sampai sembilan bulan,” imbuhnya.

Sedangkan permadani yang pembuatannya sudah menggunakan mesin canggih relatif murah, biasanya mereka menggunakan bahan sintetis berupa plastik dan karet. Selain bahan dan proses, menurut dia, ukuran, kualitas desain, dan kerumitan desain, harus diganjar dengan uang sepadan. Sebab, setiap karpet Persia itu dihasilkan dengan sebuah ketelitian penuh. “Makanya harganya bisa jauh, kalau yang buatan mesin ada yang Rp 200 ribu, tapi ada juga yang mencapai Rp 50 miliar,” jelasnya.

Di toko miliknya, bejubel karpet disediakan. Wahid mengaku, telah mendatangkan karpet dengan kualitas terbaik dari beberapa negara. “Karpet dari Iran, Pakistan, India, Turki, Afganistan, China, dan Kasmir, tapi, yang lebih bagus dari Iran,” ucapnya berpromosi. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.