Home » Bandung Raya » Lima Uang Palsu, Dibayar Satu Uang Asli

Lima Uang Palsu, Dibayar Satu Uang Asli

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (24/2). Polisi telah mengamankan pembuat juga pemesan uang palsu tersebut. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (24/2). Polisi telah mengamankan pembuat juga pemesan uang palsu tersebut. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Polrestabes Bandung mengungkap praktik pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Tempat produksi sendiri berada di rumah kontrakan pelaku, T (47), yang terletak di daerah Surapati-Cicaheum (Suci), Jalan Cibeunying Landeuh, Kecamatan Cibeunying Kaler.

“Selain T, kami menangkap seorang pemesan uang palsu, yakni N,” ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi yang didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Nugroho Arianto, di Mapolrestabes Bandung, Senin (24/2/2014).

Mashudi mengatakan, T yang ditangkap di rumahnya ini sudah memproduksi uang palsu sejak 2013. T sendiri tidak semudah itu membuat uang palsu, bila ada yang memesan, baru dibuatkan. Sistem penjualannya lima berbanding satu.

“Jadi transaksinya lima uang palsu dibayar satu uang asli. Misalnya uang asli 100 ribu rupiah menjadi uang palsu sebanyak 500 ribu rupiah. Kalau misalnya satu juta, jadi lima juta rupiah,” ungkap Mashudi.

N sendiri ditangkap di SPBU yang berada di daerah Suci saat sedang menunggu pesanannya diantar oleh T. “Kami kini mengejar tiga pemesan lainnya yang sudah ditetapkan daftar pencarian orang (DPO),” kata Mashudi.

T yang bekerja serabutan menuturkan, melakukan aksi ini dikarenakan kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku, hasil membantu membuat baju sebesar Rp 15 ribu/hari tidak cukup. Ketika melihat tutorial membuat uang palsu di internet, dirinya langsung tertarik. “Baru sebulan (beraksi). Modalnya Rp 2 juta. Saya sendiri yang buat, ga dibantu siapa-siapa,” aku bapak dua anak ini.

Polisi menjerat kedua pria tersebut dengan Pasal 244 KUHP tentang tindak Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.