Home » Hukum » Tukar Mobil, Modus Baru Penimbunan BBM

Tukar Mobil, Modus Baru Penimbunan BBM

Anggota polisi sedang memeriksa truk yang mengangkut batako, Rabu (19/2).  Di dalam batako tersebut tersembunyi tangki untuk menyedot ribuan liter solar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Anggota polisi sedang memeriksa truk yang mengangkut batako, Rabu (19/2). Di dalam batako tersebut tersembunyi tangki untuk menyedot ribuan liter solar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Siapa yang menyangka di balik tumpukan batako yang diangkut sebuah truk ada tangki untuk menyedot ribuan liter solar. Hal itu dilakukan JS dan RS, tersangka penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi yang diciduk tim Satuan Brimob Polda Jawa Barat di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis 13 Februari 2014.

Ide menutupi tangki dengan batako sendiri muncul dari RS untuk mengelabui polisi. Hanya saja, trik itu tidak membuat petugas tertipu. Truk yang dibawa JS dan RS berisikan 1500 liter solar yang akan dijual ke AS selaku pemodal. Tak hanya ketiganya, tim Brimob Polda Jabar juga menangkap NE pemilik truk yang dapat menyedot 8000 liter solar. Modus operandi yang dilakukan para tersangka, seperti diungkap Kepala Sub Direktorat Penerangan Masyarakat Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Baktiar Joko M, termasuk baru.

“Jadi tersangka membeli solar di SPBU, di tengah jalan mereka bertukar kendaraan. Jadi masing-masing dari mereka tidak tahu dibawa kemana barang itu,” ujar Baktiar yang didampingi Kepala Unit III Subdit IV/Tipiter Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar Komisaris Erwin Ardiansyah, di Mapolda Jabar, Rabu (19/2/2014).

AS sendiri mengaku, menjual solar tersebut ke seseorang berinisial K dengan harga Rp 7000/liter setelah sebelumnya membeli seharga Rp 6200/liter dari JS, RS, dan NE. Ia sendiri menyebut, baru sebulan terakhir melakukan aksi ini, meski tidak tiap hari. “Mau dibawa ke Kelapa Dua (Depok). Jual putus aja, jadi ga tahu sama dia (K) dijual berapa,” ucap AS.

Polisi sendiri menyita Toyota Kijang kapsul warna biru, 2 Elf, serta 1 truk engkel yang sudah dimodifikasi. Kemudian, 9265 liter solar dan uang tunai Rp 11.827.000. Mengenai kendaraan itu, AS menyatakan, seluruhnya sewaan. Sedangkan, tangki yang ada dibuat oleh RS. “Sekitar 3 bulan buat tangkinya. Ya, sekitar 5 jutaan buat bikin semuanya,” imbuh RS.

Mengenai kerugian yang ditimbulkan, Baktiar menuturkan, pihak Direskrimsus Polda Jabar, khususnya Tipiter, masih melakukan pengembangan. “Kita masih melakukan penyidikan, antara lain menelusuri orang atau badan usaha yang menerima BBM tersebut. Serta pendalaman kemungkinan adanya tersangka lain,” tandas Baktiar.

Keempatnya sendiri oleh polisi disangkakan Pasal 55 UU No 22/2001 tentang Migas dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara serta denda Rp 60 miliar. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.