Home » Bandung Raya » Dada Rosada Akan Ungkap Keterlibatan Pihak Lain

Dada Rosada Akan Ungkap Keterlibatan Pihak Lain

Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang juga terdakwa kasus suap terhadap mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono, sedang memperhatikan berkas dakwaan dirinya. Kamis (2/1/2014), Dada menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang juga terdakwa kasus suap terhadap mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono, sedang memperhatikan berkas dakwaan dirinya. Kamis (2/1/2014), Dada menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi akan mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung yang menyeret mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono dalam persidangan nanti. Hal itu disampaikan kuasa hukum Dada Rosada, Abidin.

“Pak Dada akan menjadi justice collaboration dan whistle blower dan mengungkap siapa saja, termasuk swasta, yang ikut dalam kasus ini. Ini agar ada keringanan hukuman nantinya,” ujar Abidin, usai sidang di PN Bandung, Kamis (2/1/2014).

Dada dan Edi sendiri, hari ini menjalani sidang perdana mereka di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung dengan agenda pembacaan dakwaan. Dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh tim Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi, Dada dan Edi dituduh melakukan suap kepada Setyabudi, ketua majelis hakim perkara Dana Bansos Kota Bandung, agar tidak menyeret-nyeret nama mereka, selain 7 terdakwa tersebut.

Sebagai balas jasa, Dada dan Edi memberikan uang Rp 1,8 miliar plus 160 ribu dollar Amerika Serikat kepada Setyabudi dan kedua anggota majelis hakim lain, yakni Ramlan Comel dan DJojo Djoheri. Lalu juga untuk Singgih Budi Prakoso yang saat itu menjabat Ketua PN Bandung, serta Sareh Wiyono, mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat. “Hal itu untuk pengurusan perkara di tingkat banding, bila nantinya perkara dilanjutkan ke tingkat banding,” ucap JPU Riyono dalam pembacaan dakwaannya.

Jaksa sendiri mengenakan Pasal 6 ayat (1), Pasal 5 ayat (1), dan Pasal 13 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 jo. Pasal 64 KUHP. Keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dada juga Edi saat tiba di PN Bandung sekitar pukul 09.05 sempat bersalaman dengan para pendukungnya yang datang untuk memberikan support. Dada sendiri tampak tekun dalam mendengarkan dakwaan, sesekali ia membolak-balik berkas dakwaan yang diberikan JPU padanya.

Keduanya juga sepakat tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan jaksa. Maka itu, pada sidang selanjutnya, Kamis (9/1/2014), akan langsung mendengarkan keterangan saksi-saksi.

“Kita belum tahu (saksinya). Karena kita persiapan kalau terdakwa mengajukan eksepsi. Jadi kita akan lihat dulu,” terang JPU Riyono saat disinggung soal saksi yang akan dihadirkan pihaknya. (VIL)

Komentar

komentar