Home » Bandung Raya » Uang Palsu Digunakan Beli Rokok

Uang Palsu Digunakan Beli Rokok

Kurniawan tidak menyangka uang yang ditemukan di pinggir jalan adalah palsu. Usai membeli rokok, dirinya ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Lengkong. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kurniawan tidak menyangka uang yang ditemukan di pinggir jalan adalah palsu. Usai membeli rokok, dirinya ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Lengkong. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Menemukan uang di jalan belum tentu suatu keberuntungan, itu dialami Kurniawan, seorang pemuda yang tinggal di daerah Margahayu. Ia ditangkap jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Lengkong usai membeli rokok di daerah Rajamantri Kidul, Kelurahan Turangga.

Penangkapan itu bukan tanpa maksud, dirinya dianggap membeli rokok menggunakan uang palsu. Hal itu diketahui ketika Solikin, pemilik warung tempat Kurniawan membeli rokok, mengetahui uang Rp 100 ribu yang diberikan palsu. Serta merta dirinya mengejar Kurniawan dan menyerahkan sang pemuda ke Polsek Lengkong.

Kurniawan mengaku, dirinya menemukan uang tersebut dalam kantong plastik hitam di pinggir jalan. Saat dibuka, ternyata ada beberapa lembar uang Rp 100 ribuan. “Saya pakai beli rokok. Baru Rp 200 ribu. Saya ga tahu kalau itu palsu,” ucapnya, di Mapolsek Lengkong.

Menurut Kepala Polsek Lengkong Komisaris Kusno Diyantara, tersangka menemukan kantong plastik di pinggir jalan yang isinya 12 lembar uang seratus ribuan. “Untuk kasus ini, Kurniawan menukarkan uang atau untuk membeli pada malam hari,” ujar Kusno yang didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Ajun Komisaris Sunarya Ishak.

Mengenai masih beredarnya uang palsu, Kusno menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan warga untuk mengantisipasi hal tersebut, terutama menjelang Pemilihan Umum seperti sekarang. “Kami dari jajaran Polsek Lengkong sudah berkoordinasi dengan warga untuk mengantisipasi kerawanan peredaran uang palsu di Pemilu ini,” tukas Kapolsek.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 12 lembar uang palsu nominal seratus ribu, 1 unit sepeda motor Suzuki Smash, dan uang Rp 135.500.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 36 ayat (3) UU No 7/2011 tentang Mata Uang dan Pasal 245 KUHP tentang Menyimpan dan Mengedarkan Uang Palsu. Dirinya terancam hukuman penjara selama 15 tahun. (VIL)

Komentar

komentar