Home » Bandung Raya » Dugaan Malapraktik, Penggugat Tunggu Jawaban RS Borromeus

Dugaan Malapraktik, Penggugat Tunggu Jawaban RS Borromeus

SidangJABARTODAY.COM – BANDUNG

Diduga melakukan malapraktik Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung bersama beberapa dokternya digugat Rp 10 miliar oleh orang tua pasien ke Pengadilan Negeri Bandung. Dalam gugatan tersebut disebutkan telah terjadi kelalaian dan salah diagnosis terhadap pasien Muhamad Gumilar yang mengakibatkan pasien tersebut meninggal dunia.

Gugatan tersebut telah dilayangkan melalui pengacara Hayun Shobri ke Pengadilan Negeri Bandung pada 7 November 2013 dengan nomor gugatan 514.

Sidang sendiri masih beragendakan mediasi. Menurut Hayun, pihaknya masih menunggu jawaban dari tergugat. “Masih panjang. Masih mediasi. Kita masih menunggu apa yang ditawarkan dari tergugat,” ujar Hayun usai mediasi di PN Bandung, Selasa (17/12).

Saat disinggung apakah pihaknya bersikukuh meminta ganti rugi Rp 10 miliar sesuai dengan gugatan, Hayun menyatakan, tentang itu tergantung hasil dari mediasi yang dilakukan. “Kita tidak terpatok itu. Kita melihat apa hasil keputusan tim mediasi nanti,” kilahnya.

Seperti diberitakan, Gumilar melakukan pengobatan ke RS Borromeus, pada 30 Desember 2010, dokter rumah sakit melakukan biopsi untuk diambil sampel jaringan tubuh untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi RS Borromeus.

Dari hasil pemeriksaan itu, diutarakan Hayun, disimpulkan Gumilar mengidap penyakit lymphadenitis tuberculosa (peradangan granulomatosa pada kelenjar getah bening). Dari hasil pemeriksaan itu dokter rumah sakit memberikan obat yang berhubungan penyakit tersebut.

“Obat itu dikonsumsi tiap hari selama lima bulan, namun pengobatan tersebut tidak memberikan kesembuhan apapun terhadap penyakit yang diderita Muhamad Gumilar, bahkan ditubuh timbul benjolan,” ucap Hayun.

Karena tidak ada reaksi atas pengobatan tersebut, akhir Juni 2011, Muhamad diperiksa kembali ke dokter yang berbeda. Atas saran dokter tersebut kemudian dilakukan biopsi ulang di Laboratorium Pramitha Bandung pada 24 Agustus 2011 dan hasilnya ternyata berbeda.

Atas dua hasil yang berbeda itulah, tentu membuat kaget keluarga dan akhirnya dilakukan pemeriksaan ulang di Lab RS Immanuel atas sempel yang telah diperiksa oleh RS Borromeus. Hasilnya ternyata bukan Tubercolusa tapi Hodgkin’s Lymphoma Mixed Cellularity (penyakit jenis kanker). Kemudian karena penasaran sampel yang telah diperiksa oleh RS Borromeus tersebut diperiksa lagi di RS Hasan Sadikin dan hasilnya sama dengan yang diperiksa RS Immanuel.

Sebelum gugatan ini dilayangkan, Hayun mengaku sudah dilakukan upaya musyawarah namun tidak ada respon positif dari pihak RS Borromeus. Sidang sendiri akan dilanjutkan Selasa, 7 Januari 2014. (VIL)

Komentar

komentar