Home » Bandung Raya » Diputus 5 Tahun Penjara, Herry: Saya Sudah Pensiun Ini

Diputus 5 Tahun Penjara, Herry: Saya Sudah Pensiun Ini

Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat sedang berbincang dengan penasehat hukumnya di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/12). Herry divonis 5 tahun penjara karena terbukti melakukan suap terhadap hakim Setyabudi Tedjocahyono. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat sedang berbincang dengan penasehat hukumnya di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/12). Herry divonis 5 tahun penjara karena terbukti melakukan suap terhadap hakim Setyabudi Tedjocahyono. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat akan menjalani masa pensiun di dalam bui. Hal itu usai dirinya menerima vonis 5 tahun penjara dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung atas kasus suap hakim terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung.

Dalam sidang yang digelar di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/12), majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada mantan bawahan Dada Rosada tersebut, karena terbukti melakukan suap secara bersama-sama terhadap penyelenggara negara, dalam hal ini, Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tedjocahyono.

“Berat pasti berat. Cuma mau apalagi, saya kan cuma jalanin perintah atasan. Lagian saya juga udah pensiun,” ujar Herry usai sidang.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin langsung Ketua PN Bandung, Nur Hakim, menyebut, Herry terbukti melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 6 ayat (1) atau Pasal 13 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun serta denda Rp 200 juta yang bila tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 3 bulan,” ucap Nur Hakim dalam pembacaan vonisnya.

Herry sendiri sedikit sinis saat disinggung mengapa dirinya tidak mengajukan banding. Ia menyatakan, hal itu tidak perlu karena seluruh yang dilakukan berdasarkan perintah pimpinannya, yakni mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada. “Walikota itu nomor satu loh. Kalau seperti ini, nanti orang-orang pada takut nurutin perintah pimpinan,” sahutnya.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebesar 7,5 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi sendiri mengajukan pikir-pikir, karena akan melaporkan hasil putusan itu kepada pimpinan KPK terlebih dahulu.

Herry beserta Setyabudi, Toto Hutagalung, dan Asep Triadi, didakwa oleh KPK terkait kasus suap atas putusan terhadap para tersangka Dana Bansos Kota Bandung. Herry sendiri hanya mengeluarkan uang karena diperintah Dada Rosada dan mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. Uang itu diberikan kepada Setyabudi sebagai balas budi atas putusan juga pengurusan perkara di tingkat banding.

Herry ditangkap usai Setyabudi diciduk di ruang kerjanya karena tertangkap tangan menerima uang dari Asep Triana pada Maret 2013. Setyabudi, Toto, dan Asep akan menjalani sidang putusan pada Senin dan Selasa (16-17/12) mendatang. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.