Home » Headline » Penggelapan Kredit Dilakukan Beramai-ramai

Penggelapan Kredit Dilakukan Beramai-ramai

Kriminalitas

Kriminalitas

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana perbankan di PT. BPR Sadayana Artha Majalaya dengan total kerugian mencapai Rp 1,2 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul menjelaskan, dari kasus ini telah ditangkap enam orang tersangka, yakni AN yang menjabat sebagai Komisaris Utama, ZE yang menjabat Direktur Utama, AM yang menjabat Direktur, SR yang menjabat Kepala Bagian Operasional, NI yang menjabat Account Officer, dan KHA yang menjabat Account Officer PT. BPR Sadayana Artha Majalaya.

“Kasus tindak pidana perbankan ini  berlangsung selama dua tahun atau sejak November 2009 sampai Agustus 2011 dengan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar,” ujar Martinus di Mapolda Jabar, Rabu (13/11).

Dalam kesempatan itu, Martin mengungkap modus yang digunakan komplotan ini, yaitu dengan cara melakukan penarikan tabungan, kredit tanpa seijin nasabah ditambah pemberian kredit fiktif juga rekayasa pengeluaran biaya-biaya.

“Cara yang digunakan tersangka berbeda seperti penarikan dana tabungan, kredit palsu dan kegiatan dinas fiktif, namun ini satu komplotan. Awalnya beberapa nasabah namun membludak hingga ratusan nasabah,” bebernya.

Lebih lanjut, Martinus menyebut, dalam pengungkapan kasus ini sebanyak 18 saksi telah diperiksa, seperti korban juga pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. “Selain itu, kita libatkan seorang saksi ahli yang bertugas untuk memperkuat hasil temuan kita bila itu memang benar dilakukan tindak pidana,” urainya.

Dari tangan para tersangka, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa slip setoran Bank BCA, 35 fotokopi berkas kredit fiktif, 18 fotokopi berkas kredit topengan, 60 lembar tiket/voucher asli PT. BPR Sadayana Artha Majalaya yang dipergunakan untuk biaya makan, transportasi, kegiatan operasional dan non operasional karyawan PT. BPR Sadayana Artha Majalaya.

Kepolisian akan mengenakan Pasal 49 Ayat (1) huruf a dan b Undang-undang No. 7/1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10/1998 tentang Perbankan dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda maksimal Rp 200 miliar. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.