Home » Hukum » Ketua PN Bandung Tahu Kasus Bansos Dari Koran

Ketua PN Bandung Tahu Kasus Bansos Dari Koran

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Segalanya bisa terjadi di sidang perkara suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. Sesama hakim bisa saling menyidangkan, termasuk juga unsur pimpinan. Itu terjadi dalam persidangan yang digelar Kamis (31/10), ketika Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nurhakim menghadapi Ketua PN Bandung Singgih Budi Prakoso yang hadir sebagai saksi.

Fakta menarik terjadi di sidang tersebut, bahwa Singgih mengetahui seluruh perkara korupsi Dana Bansos Kota Bandung yang ditangani Setyabudi Tedjocahyono dari media massa, khususnya surat kabar. Bahkan, penangkapan Setyabudi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi diketahui dari koran.

Vonis bagi 7 terdakwa bansos Kota Bandung, yakni 1 tahun 6 bulan, dirinya tahu dari surat kabar. “Apakah tidak pernah ada laporan kepada saudara?” tanya Nur Hakim. “Tidak ada. Saya tahunya dari media,” tukas Singgih.

Mengenai pengalihan penahanan para terdakwa, Singgih menyebut, Setyabudi tidak pernah melaporkan sama sekali. Ia menyatakan, seluruh tanggung jawab perkara diserahkan kepada majelis hakim bersangkutan. “Pokoknya itu wewenang majelis hakim,” sahut Singgih.

Saat disinggung, apakah Setyabudi mempengaruhi dirinya agar dipilih sebagai Ketua Majelis Hakim perkara bansos, Singgih menegaskan tidak sama sekali. Apakah dirinya diberi uang oleh Setyabudi? Lagi-lagi dirinya menepis hal tersebut. Ia menuturkan, pemilihan majelis hakim profesional dan memberikan tugas kepada Setyabudi yang terbilang baru di lembaga peradilan tersebut. “Siapapun ketua pengadilannya, pasti akan berpikiran seperti itu,” kilah Singgih.

Meski begitu, Singgih tidak menyangkal mengenal Toto Hutagalung, itu pun hanya sebatas pertemuan biasa, tidak menyinggung bansos sama sekali. Termasuk juga pertemuan dengan mantan Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dada Rosada serta Edi Siswadi. “Saya sering bertemu Pak Dada dan Pak Edi. Tapi tidak sepatah kata soal bansos muncul,” tegas Singgih. (VIL)

Komentar

komentar