Home » Hukum » Oknum Polisi Pemukul Tukang Becak Alami Penundaan Pangkat

Oknum Polisi Pemukul Tukang Becak Alami Penundaan Pangkat

poskantor.com

poskantor.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Oknum polisi yang bertugas sebagai anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Sektor Bojongloa Kaler, Ajun Inspektur Satu Taufik, dijatuhi hukuman berupa disimpan di tempat khusus selama 21 hari serta penundaan pangkat selama dua periode atau satu tahun atas kasus pemukulan terhadap warga sipil yang berprofesi sebagai tukang becak.

Hal tersebut diketahui dalam sidang disiplin yang digelar di Mapolrestabes Bandung dan dipimpin oleh Wakil Kepala Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Awal Chairudin, Pendamping pimpinan Kasumda Ajun Komisaris Besar Emmy, Kamis (17/10).

Dalam sidang sendiri, Taufik mengaku tidak sadar saat melakukan pemukulan, karena pengaruh minuman keras yang ditenggaknya sebelum insiden tersebut. “Saya diajak minum sejak sore. Saat pemukulan tidak sadar, sadarnya saat sudah di Polrestabes,” katanya kepada pimpinan sidang.

Dia menjelaskan, bahwa kasusnya sendiri sudah selesai dan tidak ada tuntutan dari korban pemukulan karena telah diselesaikan dengan cara musyawarah. “Siap. Sudah selesai, saya kasih 500 ribu rupiah untuk pengobatan dan sudah dimusyawarahkan. Tidak ada paksaan dalam musyawarah tersebut,” tegasnya.

Selain dirinya, terdapat 24 anggota kepolisian yang bertugas di jajaran Polrestabes Bandung lainnya yang menjalani persidangan dengan berbagai jenis pelanggaran.

Usai persidangan, Wakapolrestabes mengatakan sidang dilakukan kepada 25 orang anggota Polrestabes lantaran telah melakukan beberapa pelanggaran yang menyalahi aturan. “Kasusnya macam-macam, ada kasus pemukulan, penganiayaan, narkoba, masalah kinerja tidak pas dan menyalahi undang-undang. Paling berat itu narkoba, harusnya sebagai anggota polri menangkap pelaku narkoba bukan menggunakan narkoba,” tegas Awal.

Untuk sanksi sendiri, tiap anggota dikenakan sanksi berbeda sesuai dengan tingkat pelanggaran.  “Sanksi itu ada dari huruf a sampai f yaitu, teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan 1 tahun, penundaan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, mutasi bersifat demosi, penempatan dalam tempat lkhusus paling lama 21 hari. Kita lihat setelah pendalaman dilakukan,” terangnya.

Awal menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas segala kasus pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Dan berjanji tidak akan menutup-nutupinya. “Kita selalu komitmen untuk membuktikan kepada masyarakat yang melapor, bahwa Polri tidak main-main menindak anggota yang melakukan pelanggaran,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.