Home » Ekonomi » Diperiksa Kejagung, Dirut Bank BJB Irit Komentar

Diperiksa Kejagung, Dirut Bank BJB Irit Komentar

Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro, keluar dari ruang pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Selasa (28/8). Ia diperiksa terkait kasus pembangunan BJB Tower di Jakarta. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro, keluar dari ruang pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Selasa (28/8). Ia diperiksa terkait kasus pembangunan BJB Tower di Jakarta. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Direktur Utama Bank Jabar dan Banten, Bien Subiantoro, mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Selasa (28/8). Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung terkait kasus pembangunan BJB Tower di Jakarta. Selain Bien, Komisaris Bank BJB Agus Ruswendi, juga ikut diperiksa.

Kepala Kejati Jabar, Soemarno, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut, namun pihaknya tidak memiliki wewenang dalam penanganan kasus tersebut. “Kasus ini kewenangan Kejaksaan Agung, kami hanya menyediakan tempat dan tidak bisa berkomentar soal tersebut,” ujar Soemarno.

Sementara, Agus yang keluar lebih dahulu dari Bien, tidak banyak berbicara. Ia menyatakan kedatangannya untuk memberikan keterangan selaku komisaris di bank daerah tersebut. “Semua komisaris dan direksi sepakat bekerjasama dengan kejaksaan dan wajib memberikan keterangan bila ditanya urusan perusahaan,” singkat Agus.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Bien terkesan menghindari wartawan yang telah menunggu hampir 10 jam. Ia menyatakan, ini pemeriksaan kedua kali bagi dirinya dan datang sebagai saksi. “Untuk materi tanya penyidik,” ucap Bien saat disinggung pertanyaan para penyidik Kejagung.

Perkara ini bermula ketika manajemen BJB membeli 14 dari 27 lantai T-Tower untuk membuat kantor cabang khusus di Jakarta pada 2006 seharga Rp 543,4 miliar. Rapat direksi setuju membayar uang muka 40% atau sekitar Rp 217,36 miliar pada November 2012 yang sisanya dicicil perbulan selama setahun. Namun pembelian itu tidak jelas, tanah yang hendak dipakai untuk pembangunan gedung T-Tower pun diduga milik perusahaan lain.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan Kepala Divisi Umum Bank BJB Wawan Indrawan dan Direktur PT Comradindo Lintasnusa Perkasa Tri Wiyasa sebagai tersangka. (VIL)

Komentar

komentar