Home » Hukum » 3 Terdakwa Korupsi Disdik Jabar Dituntut Ringan

3 Terdakwa Korupsi Disdik Jabar Dituntut Ringan

IMG01614-20130530-1505JABARTODAY.COM – BANDUNG

Disebut melakukan korupsi pengadaan alat peraga untuk TK dan SD, mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dede Hasan Kurniadi, dituntut 1,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Dede bersama Uu Suryaperdana dan Muhammad Fadlan yang menjadi rekanan pemenang tender proyek tersebut disebut jaksa telah melakukan tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 jo. Pasal 55 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa Dede Hasan Kurniadi dari dakwaan primer dan menjatuhkan pidana yang ada dalam dakwaan subsider dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara serta denda 50 juta rupiah yang bila tidak dibayar diganti dengan 3 bulan kurungan penjara,” ujar JPU Ahmad Yohana dalam pembacaan tuntutannya di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (30/5) sore.

Tuntutan itu berlaku juga untuk Fadlan. Sedangkan bagi Uu, jaksa menuntut hukuman 2 tahun penjara kepada dirinya, karena masih belum mengembalikan kerugian negara sekitar Rp 45 juta. Dede sendiri telah mengembalikan sekitar Rp 600 juta, sedangkan Fadlan sekira Rp 700 juta.

Atas tuntutan tersebut, ketiga terdakwa akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya, Senin 10 Juni 2013.

Dede sendiri diduga mendapatkan uang karena memuluskan pemenang lelang kepada 4 perusahaan yang dipegang oleh Uu, yakni PT BNS, Naratas, Trise Manunggal, Priangan Asri. Sementara Fadlan bertugas untuk mengurus proses lelang itu hingga menang.

Pada saat mengajukan lelang, tiga perusahaan Uu Suryaperdana menang. Satu perusahaan lagi, Uu meminjamnya kepada orang lain. Sehingga seluruh perusahaan tersebut milik Uu. Sementara yang mengurusnya adalah Fadlan yang juga anak buah Uu.

Semestinya penyusunan harga penawaran ditawarkan kepada beberapa perusahaan. Tapi dalam kenyataannya, Dede telah membuat harga survei penawaran kepada dua perusahaan saja. (VIL)

Komentar

komentar