Home » Headline » Kejagung Isyaratkan Akan Periksa Gubernur Jabar

Kejagung Isyaratkan Akan Periksa Gubernur Jabar

Bank BJB

Bank BJB

JABARTODAY.COM – JAKARTA

Kejaksaan  Agung mengisyaratkan akan memeriksa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam kasus korupsi proyek pembangunan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) T-Tower. Hal itu dikatakan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Adi Toegarisman.

“Semua pihak bakal diperiksa jika dibutuhkan keterangannya oleh penyidik,” ujar Adi, usai pelantikan tujuh Kepala Kejaksaan Tinggi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (29/5).

Saat dikonfirmasi soal rencana penyidik memeriksa Aher, Adi tetap menjawab diplomatis. “Ya, semua pihak akan dimintai keterangan, kami tidak membatasi. Yang kami nilai, apakah keterangannya dibutuhkan oleh penyidik atau tidak,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi pemegang saham Bank BJB. Bank ini hendak membeli gedung sebagai kantor cabang khusus di Jakarta pada 2006. Anggaran yang disetujui Bank Indonesia awalnya Rp 200 miliar. Belakangan, BJB setuju membeli 14 dari 27 lantai gedung–bangunan ini akan diberi nama gedung T-Tower–yang rencananya dibangun di Jalan Gatot Subroto, Kavling 93, Jakarta Selatan.

Lalu, tim pembebasan lahan yang dibentuk Bank BJB bernegosiasi dengan PT Comradindo Lintasnusa Perkasa, perusahaan informasi dan teknologi yang membuka penawaran pembelian gedung tersebut. Bank BJB pun bertransaksi dengan PT Comradindo senilai Rp 543,4 miliar.

Uang muka dikucurkan Rp 217,36 miliar. Sisanya, diangsur selama setahun. Belakangan, pembelian lantai gedung ini bermasalah. Pembangunan gedung belum terealisasi. Tanah yang hendak dipakai diduga milik perusahaan lain.

Kejaksaan menduga ada korupsi dalam pembelian menggunakan uang daerah ini. Kejaksaan pun menetapkan dua tersangka, Kepala Divisi Umum Bank BJB Wawan Indrawan dan Direktur PT Comradindo, Triwiyasa. (VIL)

Komentar

komentar