Home » Hukum » Anggota DPRD Sumedang Terancam 20 Tahun Penjara

Anggota DPRD Sumedang Terancam 20 Tahun Penjara

Anggota DPRD Sumedang, Sulaeman, berdiskusi dengan kuasa hukumnya sat sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (29/5). Sulaeman terjerat dugaan korupsi relokasi Rumah Potong Hewan di Kabupaten Sumedang. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Anggota DPRD Sumedang, Sulaeman, berdiskusi dengan kuasa hukumnya sat sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (29/5). Sulaeman terjerat dugaan korupsi relokasi Rumah Potong Hewan di Kabupaten Sumedang. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Rumah Potong Hewan Haurgombong, Desa Harurgombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Sulaeman, digelar pertama kali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (29/5).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Nurhakim ini beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Suroto Sumpeno. Dalam dakwaan yang diketahui bahwa Sulaeman ikut serta dalam perkara korupsi yang melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Atje Arifin S. Abdullah tersebut.

“Terdakwa Sulaeman bukanlah pemilik lahan dan memerintahkan Ali Husein, Amar Ma’ruf untuk membeli tanah yang menjadi tempat relokasi bagi Rumah Potong Hewan Haurgombong, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang,” ujar Suroto dalam pembacaan dakwaannya di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung.

Usai pembacaan dakwaan, Sulaeman sempat kebingungan saat hakim meminta dirinya untuk berkoordinasi dengan penasehat hukumnya apakah akan mengajukan eksepsi atau tidak. Setelah berkoordinasi, anggota dewan dari Partai Bulan Bintang itu memutuskan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Dikarenakan memiliki perkara sama dengan Atje, majelis hakim sempat menawarkan untuk sidang bersamaan memeriksa saksi. Hal itu dilakukan agar proses persidangan cepat dan murah, apalagi saksi yang dihadirkan serupa. Namun, pihak kuasa hukum belum menerima tawaran itu dan akan berkoordinasi dengan pihak JPU. Sidang sendiri akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi pada Selasa (4/6) mendatang.

Sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan JPU Elan Zaelani pada Kamis 11 April 2013, Atje juga dituduh telah melakukan korupsi dana relokasi Pasar Hewan Terpadu Haurgombong yang luasnya sekitar 1,5 hektar.

Atje beserta Usep Hendrajat Wahyu disebut jaksa tidak melakukan prosedur yang benar dalam membebaskan lahan tersebut. Menurut jaksa, masih banyak kekurangan data sebagai syarat agar tanah yang dijadikan relokasi dapat dibebaskan. Akibatnya negara dirugikan senilai Rp 440.358.945.

Akibat perbuatannya, kedua terdakwa dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 jo. Pasal 55 KUHP dan terancam hukuman penjara selama 20 tahun. (VIL)

Komentar

komentar